Kota Surakarta (Humas) — Jangan panik saat bertemu ular! Pesan tersebut menjadi salah satu pembelajaran penting yang diperoleh peserta Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) 2026 MTs SA Al-Islam Jamsaren Surakarta dalam kegiatan edukasi penanganan hewan liar bersama Komunitas Exalos Indonesia pada Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan ini memberikan pengalaman edukatif kepada peserta didik untuk mengenali berbagai risiko keberadaan hewan liar, khususnya ular, sekaligus memahami cara bersikap secara tepat dan aman ketika berhadapan dengan satwa tersebut.
Dalam sesi edukasi, tim Exalos Indonesia menjelaskan karakteristik dan potensi bahaya hewan liar serta kondisi yang memungkinkan ular berada di sekitar lingkungan manusia. Peserta juga diajak memahami bahwa ketika bertemu ular, hal utama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang, menjaga jarak aman, dan menghindari tindakan yang dapat membuat satwa merasa terancam.
Tak berhenti pada pengenalan bahaya, peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai penanganan dan pertolongan pertama apabila terjadi insiden. Mereka diperkenalkan pada prinsip pertolongan yang aman serta pentingnya segera mendapatkan bantuan medis. Peserta juga diingatkan untuk menghindari tindakan yang justru dapat memperparah kondisi korban, seperti menyayat luka atau melakukan ikatan yang terlalu kencang.

Salah satu peserta, Aero, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, penyampaian materi secara langsung membuat pengetahuan tentang hewan liar lebih mudah dipahami.
“Ternyata kalau bertemu ular itu tidak boleh panik. Saya jadi tahu bagaimana harus bersikap dan apa yang sebaiknya dilakukan jika ada kejadian seperti itu,” ujar Aero.
Perwakilan guru MTs SA Al-Islam Jamsaren, Iskandar, mengapresiasi kolaborasi dengan Exalos Indonesia. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan bekal pengetahuan praktis yang relevan dengan aktivitas peserta didik, khususnya ketika mengikuti kegiatan di alam terbuka. Edukasi ini juga dinilai mampu menumbuhkan kewaspadaan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan dan satwa liar.
Sementara itu, perwakilan Exalos Indonesia melihat antusiasme peserta menjadi salah satu hal positif selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif menyimak materi, mengikuti demonstrasi, dan menunjukkan rasa ingin tahu terhadap berbagai jenis hewan liar serta cara penanganannya.
Melalui kegiatan ini, Persami 2026 tidak hanya menjadi sarana membangun kemandirian dan kebersamaan, tetapi juga menghadirkan pembelajaran kontekstual tentang keselamatan, kepedulian lingkungan, dan sikap bijak dalam berinteraksi dengan satwa liar. (als/rmd)
















