Kota Surakarta (Humas) — MTs SA Al-Islam Jamsaren Surakarta menggelar workshop penulisan puisi bertajuk “Jejak Rasa dalam Kata: Menulis Puisi yang Menyentuh Jiwa” pada 14 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengasah kepekaan dalam mengolah pengalaman, perasaan, dan gagasan menjadi karya sastra.
Workshop menghadirkan Arifin Nurdin dari Nyalanesia sebagai pemateri. Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknik dasar penulisan puisi, tetapi juga diajak memahami bahwa puisi dapat lahir dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan. Pengalaman, perasaan, dan cara seseorang memandang sebuah peristiwa dapat menjadi sumber ide yang kemudian diolah menjadi kata-kata yang bermakna.
Arifin juga mendorong peserta untuk berani menemukan suara dan gaya kepenulisannya sendiri. Melalui permainan diksi, penggambaran suasana, serta pengolahan kata yang lebih personal, peserta diajak memahami bahwa kekuatan puisi tidak semata-mata terletak pada kata-kata yang indah, tetapi pada kemampuan tulisan dalam menyampaikan rasa dan meninggalkan kesan bagi pembaca.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Nyalanesia dalam mendorong penguatan budaya literasi melalui pelatihan dan pendampingan kepenulisan, sehingga peserta didik memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menghasilkan karya.

Kepala MTs SA Al-Islam Jamsaren Surakarta Faizul Kirom, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kreativitas serta keberanian peserta didik dalam menyampaikan gagasan.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mampu menulis, tetapi juga mampu menemukan makna dari apa yang mereka rasakan dan mengungkapkannya melalui kata-kata. Puisi menjadi salah satu ruang yang baik untuk melatih kepekaan dan kreativitas mereka,” ungkap Faizul.
Melalui kegiatan ini, madrasah berharap lahir karya-karya puisi yang tidak hanya indah secara bahasa, tetapi juga memiliki kedalaman makna. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya MTs SA Al-Islam Jamsaren dalam membangun budaya literasi yang kreatif dan berkelanjutan. (als/rmd)














