Surakarta (Humas) – Langkah nyata dalam mendukung kesehatan mental dan tumbuh kembang remaja kembali ditunjukkan oleh MTsN Surakarta 1. Pada Rabu (29/07/2026), madrasah resmi membuka rangkaian kegiatan Pelatihan Dasar Calon Peer Counselor sekaligus Pengukuhan Anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (29–30 /07/026) ini menjadi momen krusial untuk mencetak garda terdepan pendamping teman sebaya di lingkungan sekolah.
Sejak pukul 07.30 WIB, suasana hangat sudah terasa di lokasi acara. Para peserta yang awalnya nampak canggung langsung dibuat mencair lewat ice breaking seru bertajuk ”2 Fakta 1 Bohong Tentang Diriku”. Gelak tawa dan riuh antusiasme peserta menjadi pembuka yang manis sebelum melangkah ke agenda utama.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 1 Surakarta, Nurul Qomariyah, menegaskan betapa strategisnya peran PIK-R bagi ekosistem madrasah. Ia menyampaikan bahwa keberadaan peer counselor sangat dibutuhkan untuk merangkul sesama siswa.
“PIK-R ini sangat penting untuk madrasah. Terkait pelatihan dan pembinaan yang benar, ke depannya para anggota akan terus dibimbing oleh seluruh tenaga pendidik di madrasah,” tutur Nurul Qomariyah menegaskan komitmen sekolah dalam mendampingi para konselor muda ini.
Memasuki sesi materi pertama pada pukul 08.30 WIB, para peserta menyimak dengan penuh keseriusan. Dua narasumber, Arum Fajar Rahmawati dan Salma Ari Febriyanti, membekali calon anggota PIK-R dengan pemahaman mendasar mulai dari fungsi konselor, kode etik, batasan peran, hingga sistem rujukan (referral).
Satu poin penting yang ditekankan adalah bahwa anggota PIK-R hadir untuk menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi (non-judgmental) maupun mendiagnosis masalah teman secara sepihak tanpa campur tangan profesional. Lewat penyampaian yang santai namun tetap berbobot, serta diselingi permainan ”Kata Kak Salma”, materi yang terkesan berat berhasil diserap dengan menyenangkan oleh para peserta.
Setelah istirahat sejenak untuk mengisi energi, kegiatan dilanjutkan pada sesi kedua yang diampu oleh Pembina UKS, .Dewi Nurjanah. Ia membekali para peserta dengan isu-isu krusial dunia remaja, seperti pemahaman tentang pubertas, gaya berpacaran yang sehat, bahaya NAPZA dan rokok, hingga pencegahan penyakit HIV/AIDS.
Menurutnya, pemahaman ini vital agar para konselor muda tidak hanya bisa menjaga diri sendiri, tetapi juga mampu menularkan edukasi positif dan menjadi benteng pencegahan bagi lingkungan sekitar.
Menjelang akhir acara pada pukul 10.15 WIB, Waka Kesiswaan, Edi Hartanto, turut hadir memberikan suntikan motivasi, cerita pengalaman yang menginspirasi, serta ice breaking penutup yang menyegarkan pikiran.
Hari pertama Pelatihan Dasar Peer Counselor MTsN Surakarta 1 pun ditutup dengan kesan yang mendalam. Tak sekadar mendapatkan teori, para peserta pulang dengan membawa semangat baru, koneksi pertemanan yang lebih erat, serta kesiapan untuk menjadi “ruang aman” dan sahabat merangkul bagi sesama remaja. (dna/my)




















