Kota Surakarta (Humas) – Komitmen Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta dalam membangun budaya literasi tidak pernah diragukan lagi konsistensinya. Baru saja meraih penghargaan bergengsi sebagai Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional tahun 2026 dari Nyalanesia, MAN 1 Surakarta melalui Perpustakaan Ibnu Sina “Mborong Buku di Gramedia” pada Selasa (9/6/2026). “Mborong Buku di Gramedia” yang melibatkan Tim Perpustakaan, Tim Literasi, serta perwakilan siswa, merupakan langkah penegasan MAN 1 Surakarta, bahwa penghargaan yang diraih bukanlah titik akhir, melainkan pemantik semangat untuk terus menghadirkan koleksi bacaan berkualitas bagi warga madrasah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengembangan perpustakaan yang bertujuan menghadirkan koleksi buku yang lebih beragam, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan siswa MAN 1 Surakarta di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Para siswa tampak antusias memilih berbagai jenis buku, mulai dari sejarah, sains, teknologi, pengembangan diri, literasi keagamaan, hingga buku-buku populer yang dapat meningkatkan minat baca generasi muda. Selain menjadi ajang pengadaan koleksi baru, kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengenal proses seleksi buku yang berkualitas.
Kepala Perpustakaan Ibnu Sina MAN 1 Surakarta Agus Dwi Prasetyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam dunia pendidikan.
“Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga pusat pembelajaran dan pengembangan karakter. Melalui kegiatan mborong buku ini, kami ingin menghadirkan koleksi yang benar-benar dibutuhkan siswa dan guru. Setiap buku yang kami pilih merupakan investasi ilmu yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” Agus Dwi Prasetyo.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam proses pemilihan buku menjadi langkah penting agar koleksi perpustakaan semakin dekat dengan kebutuhan dan minat pembaca.
“Kami ingin siswa merasa memiliki perpustakaan. Ketika mereka ikut memilih buku, maka ketertarikan untuk membaca juga akan semakin tumbuh. Kegiatan ini merupakan kali kedua di adakan,” tambahnya. Hal ini sejalan dengan capaian MAN 1 Surakarta yang sebelumnya berhasil melahirkan buku antologi cerpen berjudul “Jejak Yang Tak Pernah Padam”, sebuah bukti nyata bahwa budaya literasi di madrasah ini terus hidup dan berkembang.
Koordinator Tim Literasi MAN 1 Surakarta Rusdi Mustapa, menegaskan bahwa gerakan literasi tidak cukup hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi harus menjadi budaya yang hidup di lingkungan madrasah.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi kemampuan memahami, menganalisis, dan memanfaatkan informasi secara bijak. Karena itu, penyediaan bahan bacaan yang berkualitas menjadi kebutuhan utama. Kami berharap buku-buku yang dibeli hari ini mampu menjadi sumber inspirasi bagi siswa untuk terus belajar dan berkarya,” ungkap Rusdi Mustapa.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa tentang pentingnya memilih bacaan yang bermanfaat dan kredibel. “Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa membaca adalah investasi masa depan. Semakin banyak membaca, semakin luas wawasan yang dimiliki,” katanya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin, memberikan apresiasi atas inisiatif Perpustakaan Ibnu Sina dan Tim Literasi yang terus menghadirkan program-program inovatif untuk mendukung budaya baca di madrasah.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sejalan dengan visi MAN 1 Surakarta dalam mencetak generasi yang unggul, berprestasi, dan berwawasan luas. Perpustakaan merupakan jantung pendidikan. Ketika perpustakaan berkembang, maka kualitas pembelajaran juga akan meningkat,” tutur Ahmad Wardimin.
Ia berharap koleksi baru yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh warga madrasah. “Buku yang dibeli hari ini jangan hanya menjadi pajangan di rak. Saya berharap seluruh siswa dan guru memanfaatkannya untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan meningkatkan budaya akademik di MAN 1 Surakarta,” tegasnya.

Salah satu perwakilan siswa yang mengikuti kegiatan tersebut, Aqila dari kelas 10, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam proses pemilihan buku. “Biasanya kami hanya meminjam buku yang sudah tersedia di perpustakaan. Kali ini kami bisa ikut memilih buku yang menarik dan sesuai kebutuhan siswa. Saya berharap buku-buku baru ini bisa membuat teman-teman semakin semangat datang ke perpustakaan,” ujar Aqila.
Hal senada juga disampaikan oleh Hamidah, yang merasa kegiatan ini memberikan pengalaman baru. “Banyak buku menarik yang sebelumnya belum pernah saya lihat. Saya senang karena kami diberi kesempatan menyampaikan rekomendasi buku yang ingin tersedia di perpustakaan sekolah,” ungkap Hamidah.
Dengan terlaksananya “Mborong Buku di Gramedia”, Perpustakaan Ibnu Sina MAN 1 Surakarta berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan madrasah. Dengan semangat “Satu Buku, Sejuta Ilmu. Satu Langkah, Masa Depan Gemilang”, MAN 1 Surakarta terus berkomitmen menghadirkan ruang belajar yang inspiratif bagi seluruh peserta didik, sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Konsistensi ini pula yang mengantarkan mereka pada prestasi tingkat nasional, dan kini diperkuat dengan langkah nyata mengisi rak-rak perpustakaan dengan buku-buku yang relevan dengan kebutuhan siswa. (rsd/rmd)






















