Yogyakarta (Humas) – Puluhan siswa MTs Muhammadiyah Surakarta kelas VIII Smart Class dan Qur’anic Class mengikuti kegiatan Field Trip Edukatif ke Yogyakarta (29/04/2026). Mengusung tema ” Learning Journey : Explore, Experience, Enjoy” diharapkan siswa MTs Muhammadiyah Surakarta bisa mengintegrasikan berbagai aspek dalam kegiatan field trip ini baik aspek kognitif melalui pengetahuan, aspek afektif dengan membentuk karakter siswa dan psikomotorik siswa dengan ketrampilan berbahasa dan berliterasi.
Perjalanan dimulai dengan mengeksplorasi sisi budaya di candi Prambanan. Disini siswa tidak hanya mengagumi arsitektur candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut, tetapi juga melakukan praktek langsung “Hunting Tourist”. Kegiatan ini menuntut siswa untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara menggunakan bahasa Inggris. Siswa mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris yang sudah dipelajari di sekolah.
“Awalnya takut dan grogi, tetapi setelah mencoba berbicara dengan beberapa turis asing ternyata seru. Pengalaman pertama yang tidak akan terlupakan” ujar Nadhifa salah satu siswa kelas VIII Quranic class. Guru pendamping tampak mendampingi siswa saat mereka melakukan wawancara singkat kesan para turis terhadap keindahan budaya Indonesia.

Setelah puas mengeksplorasi Prambanan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Museum Muhammadiyah yang terletak dikompleks Universitas Ahmad Dahlan Dahlan Yogyakarta. Suasana menjadi lebih khidmat saat para siswa melakukan napak tilas sejarah perjuangan KH Ahmad Dahlan. Melalui galeri yang interaktif dan modern, siswa mempelajari lini masa berdirinya Muhammadiyah, peran tokoh-tokoh Aisyiyah, hingga kontribusi nyata Muhammadiyah dalam memajukan bangsa melalui pendidikan dan kesehatan. Siswa terlihat fokus memperhatikan penjelasan guide tiap sudut galeri yang sangat menarik. Melalui dokumentasi digital dan artefak sejarah yang ada, siswa MTs Muhammadiyah Surakarta dapat memahami nilai-nilai integritas dan semangat pembaharuan yang dibawa oleh para tokoh Muhammadiyah. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga serta jiwa nasionalisme yang berasaskan nilai Islam.
Keseruan berlanjut saat siswa mengunjungi Taman Pintar Yogyakarta. Antusiasme siswa sudah terlihat saat pertama masuki taman pinta disambut dengan replika dinosaurus. Di Gedung oval dan Gedung kotak para siswa mencoba berbagai alat peraga iptek, mulai dari simulator gempa, zona kelistrikan dengan bola Van de Graff yang ikonik, hingga zona biologi. Salah satu destinasi favorit adalah Planetarium. “Belajar disini sangat seru karena bisa mempraktekkan secara langsung teori sains yang biasanya hanya dibaca di buku, ” ujar Azam salah satu siswa.
Mar’atus Sholikah Isnaini selaku Kepala Madrasah berharap kegiatan ini bermanfaat untuk siswa. “Kegiatan field trip edukatif ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa, serta karakter. Kami berharap pengalaman ini mampu menumbuhkan kepercayaan diri, jiwa nasionalisme, dan semangat belajar siswa dalam menghadapi tantangan global.” harapnya. Kegiatan berakhir dengan menjelajahi Malioboro, jantung budaya dan wisata Yogyakarta yang menawarkan pengalaman penutup yang berkesan (hfdz/my)



















