Kota Surakarta (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Islam Grobagan Kota Surakarta sukses menggelar Wisuda Tahfidz Al-Qur’an pada hari Rabu (6/5/2026) bertempat di Masjid Raya Fatimah. Sebanyak 74 wisudawan/wisudawati dari kelas 2 hingga kelas 6 diwisuda setelah berhasil menyelesaikan hafalan Juz 30, Juz 29, dan juz 28 sesuai kategori yang diikuti.
Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi madrasah kepada para siswa yang telah berjuang menghafal, menjaga, dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah padatnya aktivitas akademik. Acara dihadiri oleh Pengurus Yayasan Al-Islam pusat, Pengawas Kemenag Kota Surakarta, Komite Madrasah, wali murid, serta tamu undangan dan tokoh masyarakat.
Kepala MI Al-Islam Grobagan Kota Surakarta Syarifudin dalam sambutannya menyampaikan,
“Wisuda ini bukan garis akhir, melainkan pintu awal untuk menjadi penjaga Kalamullah. Harapan kami, anak-anak tidak berhenti di hafalan, tapi juga memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih untuk para guru tahfidz dan orang tua yang sabar mendampingi.”

Adapun rangkaian acara dalam kegiatan tersebut yakni tasmi’ juz 30 dan 29 bersama, prosesi wisuda, penampilan puisi, serta tausiyah dari KH. Ahmad Muhammad Musta’in Nasoha dengan tema “Membumikan Al-Qur’an Sejak Dini Mencetak Generasi Qur’ani”. Momen paling mengharukan yang berlangsung yaitu ketika para wisudawan menyematkan mahkota kepada orang tua sebagai simbol bakti anak penghafal Qur’an.
Pada wisuda kali ini, terdpaat satu anak yang berhasil menyelesaikan hafalan 3 juz yaitu Muhammad Al Fadli dari kelas 6a. Selain itu juga lima anak dari kelas 5 telah menyelesaikan hafalan 2 juz dan 68 anak berhasil menyelesaikan 1 juz.
Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta melalui perwakilan Pengawas Madrasah Istikomah, berkesempatan hadir dan turut mengungkapkan rasa bangga serta apresiasi bagi madrasah. Selain itu, Istikomah juga berpesan agar anak-anak senantiasa menjaga dan mengamalkan kandungan ilmu dan ajaran Al-Quran.
“Kami sangat bangga melihat semangat luar biasa dari anak-anak MI Al-Islam Grobagan. Di tengah kesibukan pembelajaran, mereka mampu menghafal Al-Qur’an dengan target yang sudah ditentukan. Ini merupakan bukti bahwa MI Al-Islam Grobagan tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga bisa diandalkan dalam mencetak generasi Qur’ani. Dan kami juga, dari Kemenag Kota Surakarta mengapresiasi langkah progresif MI Al-Islam, dan berharap hal ini bisa menginspirasi inspirasi madrasah lainnya di Kota Surakarta,” ungkap Istikomah.
Melalui program tahfidz, MI Al-Islam Grobagan berkomitmen melahirkan generasi yang cerdas secara akademik, kuat secara spiritual, dan berakhlak Qur’ani. Ke depan, madrasah akan menambah jam tahfidz dan metode fun tahfidz agar anak mencintai Al-Qur’an tanpa tekanan. Kegiatan Haflatu takhrim lil Hifzil Qur’an Juz 28,29,dan 30 ditutup dengan doa dan foto bersama wisudawan, guru beserta orang tua. (ist/rmd)



















