Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta memastikan seluruh lini pelayanan publik tetap berjalan prima meskipun tengah menerapkan sistem pembagian kerja Work From Anywhere (WFA) dan Work From Office (WFO). Kebijakan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 25-26 Maret ini, terbukti tidak menyurutkan kualitas pengabdian aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Surakarta.
Salah satu indikator keberhasilan layanan ini terlihat pada aktivitas di Kantor Urusan Agama (KUA) tingkat kecamatan. Berdasarkan data yang dihimpun, proses pencatatan pernikahan tetap berlangsung khidmat di lima kecamatan. Tercatat puluhan pasangan tetap melangsungkan prosesi pernikahan dengan pendampingan penuh dari para penghulu dan staf KUA.
Meskipun dalam masa pembatasan kehadiran fisik di kantor, intensitas layanan pencatatan nikah menunjukkan tren yang tetap aktif:
- KUA Banjarsari: Melayani total 8 pernikahan (3 dilaksanakan di dalam kantor dan 5 di luar kantor).
- KUA Jebres: Mencatatkan 8 pernikahan (2 di dalam kantor dan 6 di luar kantor).
- KUA Pasarkliwon: Melayani 5 pernikahan (1 di dalam kantor dan 4 di luar kantor).
- KUA Laweyan: Melayani 4 pernikahan (1 di dalam kantor dan 3 di luar kantor).
- KUA Serengan: Melayani 1 pernikahan yang dilaksanakan di dalam kantor.
Total 26 prosesi pernikahan berhasil terlayani dengan baik di seluruh wilayah Kota Surakarta selama periode dua hari tersebut. Hal ini membuktikan bahwa koordinasi antarpegawai tetap solid meskipun sebagian besar menjalankan tugas secara jarak jauh.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun menegaskan bahwa sistem kerja fleksibel ini merupakan bentuk adaptasi organisasi tanpa mengurangi hak masyarakat untuk mendapatkan layanan terbaik. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran yang tetap sigap bertugas, terutama para penghulu yang tetap turun ke lapangan.
“Pelaksanaan tugas dan layanan harus tetap terlaksana dengan baik. Kami berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat Surakarta. Masa transisi atau pembagian kerja ini bukanlah penghalang bagi kita untuk memberikan yang terbaik,” ujar Ahmad Ulin Nur Hafsun.
Ia juga memberikan motivasi khusus kepada seluruh pegawai agar momentum pasca-libur Lebaran ini dijadikan bahan bakar untuk meningkatkan etos kerja.
“Saya mendukung penuh semangat rekan-rekan semua. Mari kita jadikan semangat Idul Fitri sebagai motivasi untuk kembali bekerja dengan hati yang bersih dan integritas yang lebih kuat. Pelayanan prima adalah cerminan dari kehadiran negara di tengah masyarakat,” pungkasnya. Dengan berakhirnya masa WFA/WFO ini, Kemenag Kota Surakarta bersiap kembali menjalankan operasional secara penuh dengan fokus pada inovasi dan percepatan layanan keagamaan di Kota Bengawan. (may)


















