Kota Surakarta (Humas) – Suasana Masjid Al-Ikhlash Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Surakarta pada Senin (2/3/2026) terasa berbeda dari biasanya. Sekitar 1.100 orang yang terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul dalam satu majelis yang hangat dan penuh haru. Pagi itu, MTs N 2 Surakarta bekerjasama dengan Lembaga Amil dan Zakat Nasional (LAZNAS) Yatim Mandiri Solo menggelar kegiatan Safari Dakwah Peduli Palestina.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala MTs N 2 Kirno Suwanto, dihadiri pula oleh Ketua Yatim Mandiri Solo Ahmad Burhan Farid beserta jajaran, serta diikuti oleh seluruh guru dan siswa, diawali dengan salat Dhuha berjamaah, kemudian dilanjutkan do’a dan tausiyah.
Yang istimewa, safari dakwah kali ini menghadirkan seorang Syekh asal Palestina, Fadhullah Hamzah Mohammed yang menyampaikan tausiyah secara langsung kepada para hadirin. Dengan suara yang lembut namun penuh keteguhan, Syekh Fadhullah Hamzah Mohammed mengajak seluruh peserta untuk memaknai bulan suci Ramadan dengan lebih dalam, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap saudara-saudara Muslim di Palestina.
Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa. Pertama, Ramadan adalah bulan Al-Qur’an. Di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Karena itu, Ramadan menjadi momentum terbaik untuk kembali mendekatkan diri pada Al-Qur’an, membacanya, memahaminya, dan mengamalkannya.
Kedua, Ramadan adalah bulan maghfirah (pengampunan). Allah membuka pintu ampunan selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh memohon ampun dan memperbaiki diri.
Ketiga, di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Satu malam yang nilainya melampaui 83 tahun ibadah. Kesempatan luar biasa yang tidak boleh disia-siakan.
Keempat, Ramadan adalah bulan dilipatgandakannya amal kebaikan. Setiap sedekah, doa, tilawah, dan amal saleh lainnya bernilai lebih besar dibanding bulan-bulan lainnya.
Kelima, pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits Nabi. Ramadan adalah momentum pembinaan diri, memperbanyak ibadah, dan menumbuhkan empati kepada sesama.
Dalam kesempatan tersebut, Syekh Fadhullah Hamzah Mohammed juga mengingatkan tentang keutamaan Masjid Al-Aqsa dengan mengutip hadits Rasulullah SAW:

“Tidak boleh melakukan perjalanan jauh (dengan tujuan ibadah khusus) kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ia juga menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah safar dengan niat khusus untuk mengharap keutamaan ibadah di tempat tertentu. Selain tiga masjid tersebut, safar untuk ilmu, silaturahmi, dakwah, bisnis, atau keperluan lainnya tetap diperbolehkan. Tiga masjid tersebut memiliki keutamaan khusus dalam syariat, diantaranya salat di Masjidil Haram dilipatgandakan hingga 100.000 kali, salat di Masjid Nabawi 1.000 kali lipat dan salat di Masjid Al-Aqsa 500 kali lipat (dalam sebagian riwayat).
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa Masjid Al-Aqsa bukan hanya simbol sejarah, tetapi bagian dari akidah dan kepedulian umat Islam. Safari dakwah ini tidak hanya menghadirkan tausiyah, tetapi juga edukasi mengenai kondisi kemanusiaan di Palestina, khususnya Gaza. Para siswa diajak memahami bahwa membantu sesama Muslim yang tertindas dapat dilakukan dengan berbagai cara: doa, kepedulian, dan dukungan harta.
Sebagai wujud nyata empati, dalam kegiatan tersebut berhasil dihimpun donasi sebesar Rp10.000.000 dari keluarga besar MTs N 2 Surakarta. Dana tersebut akan disalurkan melalui LAZNAS Yatim Mandiri Solo agar tepat sasaran dan amanah.
Ahmad Burhan Farid, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh warga madrasah. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. InsyaAllah amanah ini akan kami salurkan kepada saudara kita yang membutuhkan,” ungkap Ahmad Burhan Farid.
Kegiatan tersebut juga meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa. Salah satunya adalah Syifa. Dengan mata yang berkaca-kaca, ia mengaku sangat terenyuh melihat kondisi saudara sesama Muslim di Palestina.
“Saya sedih melihat keadaan mereka. Saya berharap rakyat Palestina bisa menjalani ibadah Ramadan dengan baik, bisa sahur dan buka puasa dengan tenang, dan semoga Palestina bisa segera merdeka,” tuturnya pelan.
Ucapan sederhana tersebut menjadi gambaran bahwa nilai kepedulian telah tumbuh di hati para pelajar.
Melalui Safari Dakwah Peduli Palestina ini, MTs Negeri 2 Surakarta berupaya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepekaan sosial. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan kepedulian yang lebih besar, serta menginspirasi lembaga pendidikan lainnya untuk terus menanamkan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan ukhuwah Islamiyah kepada generasi muda. (rfi/rmd)
















