Kota Surakarta (Humas) – Masih dalam rangkaian kegiatan sebagai upaya penguatan kapasitas penanggulangan bencana di Kota Surakarta, pada Selasa (25/11/2025) bertempat di Aula PLHUT Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Surakarta, puncak dari rangkaian kegiatan tersebut adalah Pengukuhan Pengurus Satgas Relawan Kementerian Agama Kota Surakarta untuk Masa Bakti 2025 sampai dengan 2030, yang beranggotakan 36 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari lingkungan Kankemenag Kota Surakarta.
Pengukuhan Satgas Relawan ini dilaksanakan oleh Kepala Kankemenag Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun, dan disaksikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha beserta Kepala Seksi dan Penyelenggara. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen dan kesediaan para ASN untuk mengabdi sebagai relawan.

“Atas nama pimpinan, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak, khususnya para pengurus yang telah bersedia mengabdikan diri. Pembentukan satgas ini merupakan langkah nyata Kemenag dalam mendukung program Pemerintah Kota Surakarta untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan tanggap bencana,” ujar Ahmad Ulin Nur Hafsun, menegaskan peran aktif instansinya.
Usai pengukuhan, Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Surakarta Budi Murtono, menyampaikan naskah sambutan dari Wali Kota Surakarta. Dalam sambutannya mewakili Wali Kota Surakarta Respati Ardi, ia menegaskan bahwa Kota Surakarta merupakan wilayah yang memiliki potensi ancaman multi bencana, seperti banjir, angin kencang, kebakaran permukiman, dan tanah longsor. Dinamika perkotaan yang padat penduduk menjadikan aspek keselamatan, kesiapsiagaan, dan mitigasi bencana sebagai prioritas penting pemerintah.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota menyampaikan apresiasi kepada Kankemenag Kota Surakarta yang telah mengambil inisiatif strategis menyelenggarakan kegiatan integratif ini. Budi Murtono menekankan bahwa sosialisasi dan simulasi yang dilaksanakan bukan sekadar program rutin, melainkan suatu investasi keselamatan jangka panjang bagi seluruh pegawai, masyarakat, dan lingkungan kerja Kemenag. Kegiatan ini dinilai memiliki makna strategis untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan jajaran Kemenag, melatih respons cepat melalui simulasi nyata, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material.
Lebih lanjut, ia menyampaikan arahan operasional kepada Tim Relawan Kemenag Kota Surakarta. Pertama, para relawan diharapkan menjadikan momentum ini sebagai ajang peningkatan kapasitas teknis, seperti menguasai prosedur evakuasi, penggunaan alat pemadam, pertolongan pertama, dan komunikasi darurat. Kedua, membangun koordinasi yang solid dengan BPBD, Pemadam Kebakaran, PMI, TNI-Polri, serta jaringan relawan lainnya, karena kolaborasi adalah kunci sukses dalam penanggulangan bencana.

Ketiga, menginstruksikan agar relawan melakukan edukasi berkelanjutan di satuan kerja masing-masing, dengan mengingatkan rekan sejawat, siswa madrasah, dan masyarakat sekitar untuk selalu peka terhadap potensi bahaya. Keempat, mengingatkan untuk senantiasa menjaga kesehatan, ketahanan fisik, dan kepedulian sosial, mengingat relawan merupakan garda terdepan yang kehadirannya sangat berarti bagi keselamatan banyak orang.
Ke depan, Pemerintah Kota Surakarta berharap Kementerian Agama dapat terus menjadi mitra strategis dalam penguatan mitigasi bencana tingkat kota. Diharapkan simulasi serupa dapat dilakukan secara berkala dan diperluas jangkauannya hingga ke madrasah-madrasah dan unit layanan Kemenag lainnya. Ekspansi ini bertujuan untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman, tanggap, dan mandiri, sekaligus membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Budi Murtono menambahkan, “Dengan pemahaman yang baik, seluruh keluarga besar Kemenag dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas terkait kesiapan dan disiplin mitigasi bencana.” Pernyataan ini semakin mengukuhkan peran Kemenag bukan hanya sebagai instansi pemerintah, tetapi juga sebagai agen perubahan dan teladan dalam membangun ketangguhan masyarakat.
Sebagai penutup, disampaikan oleh Budi Murtono, Wali Kota Surakarta berkeyakinan bahwa dengan ikhtiar bersama, Kota Surakarta akan menjadi kota yang tangguh, aman, dan siaga bencana. “Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Semoga ilmu dan latihan hari ini membawa manfaat besar bagi keselamatan kita semua,” pungkasnya. (rmd)



















