Kota Surakarta (Humas) – Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) bersama K2RA Kecamatan Banjarsari menggelar Seleksi Lomba Karaoke pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian semarak peringatan Hari Guru Nasional yang akan jatuh pada 25 November mendatang. Para guru RA berkumpul untuk mengasah bakat sekaligus mempererat tali silaturahmi dalam ajang yang berlangsung meriah tersebut.
Seleksi ini tidak sekadar kompetisi, melainkan ruang apresiasi seni bagi para pendidik anak usia dini. Tujuannya adalah menyaring perwakilan terbaik yang akan melaju ke tingkat kota, sekaligus mendorong para guru untuk mengekspresikan diri di luar rutinitas pembelajaran di kelas.
Kegiatan menghadirkan Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Surakarta Sarkin dan Danang Praworo sebagai juri. Kehadiran keduanya memastikan proses penilaian berjalan secara profesional, objektif, serta memberikan dorongan semangat bagi seluruh peserta.
“Saya melihat para guru RA tampil dengan penuh keberanian dan keceriaan. Ini membuktikan bahwa pendidik anak usia dini juga memiliki potensi seni yang luar biasa,” ujar Sarkin.

Penilaian dilakukan secara ketat dengan fokus pada beberapa aspek utama. Titi nada atau pitch mendapat bobot 20% mencakup ketepatan membawakan tiap nada sesuai nada dasar lagu. Materi vokal berbobot 20%, meliputi aksentuasi, intonasi, timbre atau warna suara, dan dinamika. Sementara itu, teknik vokal berbobot 30% yang mencakup pernapasan, artikulasi, dan kerapian frasa (phrasing), serta penampilan dan penghayatan berbobot 30% yang meliputi ekspresi, penguasaan panggung, dan busana.
Suasana kompetisi berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Setiap peserta tampil maksimal membawakan lagu wajib dan lagu pilihan masing-masing di hadapan dewan juri dan sesama rekan sejawat. “Yang terpenting bukan hanya soal juara, tetapi bagaimana semangat ini bisa dibawa kembali ke ruang kelas untuk membangun pembelajaran yang lebih kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak,” kata Danang Praworo menambahkan.
Hasil seleksi menetapkan Lolita Ajeng dari RA Alif Smart sebagai Juara 1, disusul Erny Arsita dari RA Nurul Huda sebagai Juara 2, dan Meisita Dwi Wiyatiningrum sebagai Juara 3. Juara Harapan 1 diraih Yustika Rediana dari RA Al Islam 3, sementara Juara Harapan 2 jatuh kepada Irena Diah Indriyanti dari RA Perwanida. Para pemenang diharapkan dapat mewakili Kecamatan Banjarsari pada ajang tingkat kota.
Melalui seleksi ini, IGRA dan K2RA Kecamatan Banjarsari berharap peserta yang terpilih tidak hanya mampu mengharumkan nama kecamatan di ajang selanjutnya, tetapi juga semakin termotivasi untuk membawa semangat kreatif ini ke dalam lingkungan pembelajaran di RA masing-masing. Ajang ini menjadi bukti bahwa layanan pendidikan keagamaan bagi anak usia dini tumbuh dari guru-guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki jiwa seni dan semangat kebersamaan yang kuat. (frd/rmd)



















