Surakarta (Humas) – KKG PAI SD Kota Surakarta menyelenggarakan Lomba MAPSI Tk.Kota bertempat di SDN Mojosongo 5 Surakarta (13/10/2026). Seremoni pembukaan dihadiri oleh Kasi PAKIS, Encep Moh Ilham dan Sekretaris Dinas Pendidikan, Tarno juga jajaran pengawas pendidikan, guru, dan seluruh peserta serta pendamping.
Disampaikan Laporan Ketua Penyelenggara oleh Kabid Pendidikan Sekolah Dasar, Eni Idayati memaparkan MAPSI merupakan agenda rutin tahunan untuk memotivasi siswa dalam ibadah dan akhlakul karimah. “Kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi dan pengalaman berharga bagi siswa-siswi sekolah dasar dalam bentuk ibadah dan akhlakul karimah,” ujarnya.

Ia menambahkan MAPSI tahun ini diikuti 170 siswa dari lima kecamatan yang bertanding, dan terdapat 13 cabang lomba yang dipertandingkan, meliputi pengetahuan PAI, praktik wudu-salat, azan, tilawah, hifdzil, khot, kaligrafi, kitabah, mocopatan, komputer Islami, mendongeng, duet lagu religi, hingga rebana. Eni menyampaikan bahwa juara 1, 2, dan 3 akan memperoleh piala, piagam, serta uang pembinaan. “Khusus juara 1 tingkat kota, berhak maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Purworejo pada 13 November 2026,”lanjutnya.
Kasi PAKIS yang hadir mewakili Kepala Kantor, dalam sambutannya menyampaikan acara ini dihadiri para juara pilihan dari berbagai kecamatan. “Kemarin Surakarta sebagai Juara Umum di Purbalingga, kemudian nanti di Purworejo adalah harapannya bisa mempertahankan untuk menjadi juara umum lagi,” ujar Encep.
Mengutip Buya Hamka, Encep mengingatkan bahwa ilmu tanpa iman bagaikan lentera di tangan pencuri, sementara iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Oleh karena itu, pendidikan agama sejak dini sangat penting untuk membentuk generasi yang berakhlakul karimah dan beretika.

Kepala Dinas Pendidikan, diwakili oleh Sekretaris, Tarno menegaskan ajang MAPSI untuk membentuk karakter anak. “Jangan hanya bangga ketika anaknya meraih juara satu. Namun banggalah ketika anak-anak, meskipun tidak meraih juara, mau bersalaman dan memberikan selamat kepada sang juara,” ujar Tarno dalam arahannya.
Tarno menekankan bahwa semua peserta yang tampil sebenarnya adalah juara di tingkat kecamatan. Namun, karena kuota ke tingkat provinsi terbatas hanya satu perwakilan dari tiap kabupaten/kota, maka juri profesional harus memilih yang terbaik dari yang terbaik.
Ia juga mengingatkan agar sang juara tidak menyombongkan diri dan peserta yang belum berhasil tidak bersuudzon. Diharapkan, seluruh pihak dapat saling menghargai hasil kompetisi ini.
Melalui penyelenggaraan Lomba MAPSI diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan Pendidikan Agama Islam, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat, akhlakul karimah, serta sikap sportif dan saling menghargai. Semangat kebersamaan dan nilai-nilai luhur yang ditanamkan melalui ajang ini diharapkan menjadi bekal bagi seluruh peserta untuk terus mengembangkan potensi diri. (may)

















