Kota Surakarta (Humas) – Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama Republik Indonesia terus digaungkan dalam apel rutin yang dilaksanakan pada Senin (12/10/2026) di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta. Lima nilai tersebut, yakni Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan, menjadi landasan bagi setiap aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, dalam pembinaannya menegaskan bahwa pengucapan Lima Nilai Budaya Kerja setiap Senin pagi tidak boleh sekadar menjadi rutinitas. Nilai-nilai tersebut harus dipahami, dihayati, dan diwujudkan dalam perilaku serta pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Lima Nilai Budaya Kerja yang kita ucapkan setiap Senin pagi bukan hanya menjadi rutinitas, tetapi harus kita hafalkan, kita pahami, dan kita laksanakan dalam layanan kita setiap hari,” tegas Ulin.

Ia mengajak seluruh ASN Kemenag Kota Surakarta untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut dan menerapkannya secara nyata dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing. Menurutnya, penerapan budaya kerja harus tumbuh dari kesadaran dan tanggung jawab pribadi, bukan semata-mata karena adanya perintah dari pimpinan.
“Mari Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama kita resapi dan ejawantahkan dalam perilaku serta pelayanan sehari-hari sebagai ASN Kemenag Surakarta. Untuk mengejawantahkannya, kita tidak perlu menunggu perintah untuk mengerjakan tugas dan fungsi kita sebagai insan Kementerian Agama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ulin menekankan pentingnya membangun profesionalitas dan tanggung jawab dalam bekerja. Setiap ASN diharapkan mampu memahami tugas pokok dan fungsinya serta menjalankannya secara mandiri, disiplin, dan penuh komitmen.
Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan tugas tidak terjebak dalam pola kerja yang monoton dan sekadar menggugurkan kewajiban. ASN Kemenag Kota Surakarta perlu terus menghadirkan inovasi serta mengembangkan sikap proaktif dalam menghadapi berbagai kebutuhan dan tantangan pelayanan.
“Jangan sampai tugas pokok dan fungsi ini hanya menjadi rutinitas. Kita harus selalu berinovasi dan bersikap proaktif, jangan reaktif,” pesannya.
Menutup pembinaannya, Ulin mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga kualitas pelayanan agar keberadaan Kementerian Agama benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mari terus kita jaga agar layanan kit memberikan dampak yang baik kepada masyarakat,” pungkasnya.
Melalui penguatan Lima Nilai Budaya Kerja ini, seluruh ASN Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta diharapkan semakin konsisten menjadikan integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan sebagai pedoman dalam bekerja, sehingga pelayanan yang diberikan semakin berkualitas dan berdampak positif bagi masyarakat. (Za)


















