Kota Surakarta (Humas) – Raudhatul Athfal (RA) Paripurna Al Ma’shum (Palma) Surkarta menghadirkan berbagai kegiatan edukatif bagi peserta didik, juga mengajak keterlibatan antara pendidik, tenaga kependidikan, serta orang tua sepanjang Januari 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan proses belajar mengajar di kelas yang mengangkat topik “Senangnya Berkendara”. Melalui topik ini, peserta didik mendapatkan penguatan mengenai berbagai alat transportasi, seperti kereta api, kapal, dan helikopter sebagai sarana berkendara yang menyenangkan dan bermanfaat. Pembelajaran dikemas secara tematik dan kreatif, di mana anak-anak tidak hanya dikenalkan pada konsep, tetapi juga diajak menuangkan pemahamannya melalui pembuatan berbagai hasil karya sesuai dengan topik pembelajaran.
Sebagai penguatan pembelajaran di kelas, RA Palma Surakarta melaksanakan pembelajaran luar kelas melalui kegiatan outing class naik Kereta Api BIAS yang dilaksanakan pada Sabtu (10/1/2026) dengan rute Stasiun Solo Balapan menuju Bandara Internasional Adi Soemarmo. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik dalam mengenal sarana transportasi umum. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak belajar tentang kedisiplinan, keberanian, serta merasakan pengalaman kontekstual dengan melihat dan merasakan secara langsung perjalanan menggunakan kereta api.
Pada Selasa (20/1/2026) RA Palma Surakarta bekerja sama dengan Puskesmas Gambirsari menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh peserta didik KB dan RA Palma. Pemeriksaan yang dilaksanakan pada minggu ketiga Januari tersebut meliputi pemantauan tumbuh kembang anak, pengukuran berat dan tinggi badan, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, cek penglihatan, serta layanan konsultasi kesehatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya RA Palma dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan anak sejak usia dini.

Pada Jumat (23/1/2026), RA Palma Surakarta menyelenggarakan Trial Class bertema buah sebagai bagian dari program publikasi madrasah sekaligus Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Kegiatan ini dirancang untuk memberikan gambaran proses pembelajaran di RA Palma kepada anak dan orang tua. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran kreatif, di antaranya kolase buah, membuat sate buah, serta membentuk buah dari clay. Melalui rangkaian aktivitas tersebut, peserta didik dilatih untuk mengembangkan kemampuan motorik halus dan kreativitas dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
Tidak hanya berfokus pada peserta didik, RA Palma Surakarta juga memperkuat sinergi dengan orang tua melalui kegiatan Majelis Barokah (Makah) yang diselenggarakan pada Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini mengangkat tema strategi mendidik anak generasi Z dan Alpha agar tumbuh menjadi pribadi yang mencintai Al-Qur’an dan berakhlak mulia, dengan menghadirkan Ustadz Kasori Mujahid sebagai narasumber.

Memasuki akhir Januari 2026, RA Palma Surakarta melaksanakan pertemuan Jaringan Orang Tua dan Sekolah yang membahas kalender akademik Semester II Tahun Ajaran 2025/2026. Pertemuan ini menjadi sarana komunikasi dan koordinasi antara pihak madrasah dan orang tua terkait program pembelajaran serta agenda kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan bulan Januari, Kamis (29/1/2026) RA Palma Surakarta menyelenggarakan kegiatan pembelajaran renang di Waterplay Klodran pada akhir bulan. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kemampuan motorik kasar, melatih keberanian, serta memberikan pengalaman belajar di luar kelas dalam suasana yang menyenangkan, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan pendampingan guru.
Kepala RA Palma Surakarta Chabibatul Basyariyah, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya madrasah dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan menyeluruh bagi anak.
“Melalui kegiatan-kegiatan ini, kami berupaya memberikan pengalaman belajar yang konkret dan menyenangkan bagi anak-anak. Kami berharap pembelajaran yang diterima tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, serta kecintaan anak terhadap nilai-nilai keislaman,” ujar Chabibatul Basyariyah.
Lebih lanjut, Chabibatul Basyariyah menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam pendidikan anak usia dini. “Sinergi antara madrasah dan orang tua menjadi kunci dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dengan kerja sama yang baik, kami berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, smart, dan taat,” pungkasnya. (iba/rmd)






















