Surakarta (Humas) – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Surakarta menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Halaman Masjid Al Ikhlas Kemenag Surakarta, Senin pagi (13/04). Dipimpin langsung oleh Ketua IPARI Surakarta, Pardi, pertemuan ini membahas sejumlah agenda strategis pengabdian masyarakat.
Dalam arahannya, Pardi memaparkan kelanjutan program GEMARI ( Gerakan Rumah Ibadah Berseri) serta memperkenalkan agenda baru berupa penyuluhan bagi pasien di RS Bung Karno. Program ini resmi berjalan pasca penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). “Kami ingin memastikan kehadiran penyuluh agama dapat memberikan penguatan spiritual yang nyata, khususnya bagi pasien yang sedang menjalani masa pemulihan,” ujar Pardi.

Di sisi lain, Kepala Kantor Kemenag Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, menekankan peran vital penyuluh dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA). Ia menginstruksikan para penyuluh untuk aktif sebagai penginput data pada Early Warning System guna mendeteksi potensi kerawanan sosial.
Menanggapi peristiwa kekerasan yang terjadi di daerah Semanggi baru-baru ini, Ahmad Ulin meminta para penyuluh menjadi jembatan informasi di masyarakat. “Penyuluh harus mampu menjaga narasi agar tetap kondusif dan memastikan tidak ada berita hoaks yang berkembang liar di lapangan,” tegasnya.

Sebagai penutup, rapat menekankan pentingnya kedisiplinan administratif melalui rekapitulasi periodik. Pelaporan kinerja harus disusun secara akurat sesuai dengan prinsip Asta Protas, guna menjamin akuntabilitas penyuluh dalam menjalankan tugas profesinya secara profesional dan terukur. (may)



















