Surakarta (Humas) – Sinergitas Kanwil Kemenag Prov Jawa Tengah bersama dengan PT. Dinamika Lestari Entertainment, menyelenggarakan acara Sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Nobar Film Cyberbullying (18/11/2025) di CGV Transmart Solo. Kegiatan melibatkan madrasah negeri dan swasta di lingkungan Kemenag Kota Surakarta, Kemenag Kab Boyolali, Kemenag Kab Sukoharo, dan Kemenag Kab Karanganyar.
Kasi Pendidikan Madrasah, Rifhamdani Agam menugaskan 24 Kepala Madrasah dan Guru dari MI, MTs dan MA untuk hadir dalam acara tersebut. Agam mewakili Kakanwil Kemenag Prov Jawa Tengah, menyampaikan sambutan dan arahan bahwa anak-anak saat ini sedang berada dalam zaman dimana teknologi berkembang dengan pesat.
“Seluruh siswa dipastikan menggunakan media sosial, dan gadget baik untuk media pembelajaran atau hanya untuk hiburan saja, dan masalah bullying menjadi fokus kita, karena kegiatan negative tidak hanya melukai secara emosional, tapi juga berdampak pada penurunan prestasi, gangguan psikologis, dan rasa tidak aman,”tuturnya.

Agam menambahkan bahwa sebagai pendidik, salah satu kewajiban yang harus dilakukan adalah mengedukasi peserta didik tentang etika bermedia sosial, dan konsekuensi perundungan daring. “Mengajak anak-anak untuk menyaksikan film ini, adalah salah satu cara yang lebih efektif daripada klasikal atau diskusi yang mungkin membosankan bagi anak-anak,”jelasnya.
Hadirnya Peraturan Presiden RI Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter serta SE Bersama 3 Menteri dalam hal ini Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama, sebagai dasar hukum dalam menjadikan kegiatan Nonton Film Cyberbullying, termasuk program ko-kurikuler madrasah.
Sebelum film diputar, Direktur DL Entertaint, Bagus Haryanto terlebih dahulu menjelaskan bahwa film Cyberbullying diharapkan dapat menjadi solusi untuk mencegah dan mengubah cara berfikir anak-anak saat ini.
“Dalam film ini, ada 5 karakter utama yang akan dihadirkan; religious, integritas, mandiri, nasionalis, dan gotong royong,”jelasnya.
Penguatan pendidikan karakter adalah gerakan pendidikan di bawah tanggungjawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi antara olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga.
“Salah satu tujuannya, yaitu membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan,”jelasnya.

Film berdurasi kurang lebih 1,5 jam mendeskripsikan kondisi pendidikan di tingkat sekolah dasar dan menengah, yang erat dengan adanya peristiwa bullying baik verbal, non verbal dan cyberbullying. Perlunya pendampingan keluarga, dukungan, dan lingkungan yang sehat menjadi salah satu indicator dalam pencegahan gangguan psikologis akibat bullying. (may)



















