Surakarta (Humas) – Hari ketiga Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) di MTs Muhammadiyah Surakarta berjalan dengan lancar dan sarat edukasi penting (15/07/2026). Dengan tema Penguatan Empati, Leadership, Toleransi dan Cinta Sesama (PELITA) diikuti oleh empat madrasah yaitu MA Muhammadiyah Surakarta, MTs Muhammadiyah Surakarta, MTs Al Ihsan dan MTs Mujahidin Surakarta. Tema diatas bertujuan untuk menguatkan rasa empati, bertoleransi dan kepemimpinan di lingkungan madrasah maupun dimasyarakat. Selaras dengan 3 materi utama yang di sampaikan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dengan materi Anti Perundungan, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) disampaikan Pengawas Madrasah dan materi Kepemimpinan oleh PD IPM Kota Surakarta.
Mar’atus Sholikah Isnaini selaku Kepala Madrasah menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Kehadiran para narasumber memberikan wawasan yang sangat berharga kepada murid, mulai dari pencegahan perundungan dan cyber bullying, penguatan nilai-nilai Panca Cinta dalam Kurikulum Berbasis Cinta, hingga pembentukan jiwa kepemimpinan. Harapan kami, seluruh murid mampu menjadi generasi Qurani yang cerdas, berakhlak mulia, berkarakter kuat, serta siap menjadi pelajar Muhammadiyah yang memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
Pada kesempatan ini Kesbangpol bekerjasama dengan Peace Generation bertindak sebagai jangkar ideologi dengan judul materi Pondasi Berfikir. Materi yang disampaikan oleh Jody Julian Putra Caesar dan Yanuar Cahyo Prakoso ini menekankan bahwa berpikir yang benar akan menghasilkan tindakan yang benar. Salah satu contoh adalah bagaimana membentuk cara berpikir kritis tidak melakukan cara berfikir yang salah seperti perundungan atau yang sekarang sering tanpa sadar pelajar menjadi pelaku di media sosial atau sering disebut cyber bullying. Jody Julian Putra Caesar yang akrab dipanggil Jody selaku Ketua Umum PD IPM Kota Surakarta menambahkan bahwa pelaku cyber bullying biasanya memiliki second account atau akun anonim. “Pondasi berpikir itu kunci awal kita tidak melakukan hal yang buruk, belajar pondasi berpikir yang benar maka kita bisa belajar untuk melakukan tindakan yang benar” tambah Jody.

Materi selanjutnya adalah Pengenalaan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang disampaikan oleh Sri Hartati, Pengawas Madrasah. Agar lebih bisa diterima murid baru, sesi ini diisi dengan lagu dan tepuk panca cinta yaitu salah satu cara mengenalkan Panca Cinta kepada murid baru. Panca cinta yang pertama Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, Cinta kepada Ilmu, Cinta kepada Diri dan Sesama, Cinta kepada Lingkungan dan Cinta kepada Tanah Air.
Materi terakhir disampaikan oleh tim PD IPM kota Surakarta dengan tema Kepemimpinan. Penyampaian materi yang dikemas dengan permainan seru membuat suasana menjadi bersemangat. Sesekali Nasywa memberikan pertanyaan tentang arti kepemimpinan dan permasalahan yang dihadapi. Beberapa murid menjawab dengan antusias. Kegiatan ditutup dengan ice breaking yang dipandu oleh PR IPM MTs Muhammadiyah Surakarta. Semoga ilmu yang didapat hari ini bermanfaat dan bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. (hfdz/my)












