Kota Surakarta (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan literasi dan pelestarian lingkungan dengan meraih prestasi gemilang. Madrasah ini berhasil memborong tiga kategori penghargaan dalam ajang bergengsi “APPel Hijau Indonesia Awards 2025″ yang diselenggarakan oleh Asosiasi Penggerak Perpustakaan dan Literasi Hijau Indonesia (APPel Hijau Indonesia), pada hari Rabu (12/11/ 2025), bersamaan dengan Konferensi Literasi Hijau Indonesia (KLHI) ke-2 tahun 2025 di Hotel Sunan Surakarta.
Raih tiga kategori utama, MAN 1 Surakarta dinilai unggul dalam upaya integrasi program perpustakaan dan literasi hijau dalam kegiatan madrasah. Tiga penghargaan yang berhasil diraih adalah kategori Green Population, Green Literacy Madrasah Aliyah Principal dan Green Literacy Madrasah Aliyah Teacher. Green Population diberikan kepada MAN 1 Surakarta sebagai institusi yang aktif dan konsisten dalam mengimplementasikan literasi hijau.
Kategori Green Literacy Madrasah Aliyah Principal, dianugerahkan kepada Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin, atas kepemimpinan yang inspiratif dalam memajukan budaya literasi dan kepedulian lingkungan. Dan kategori Green Literacy Madrasah Aliyah Teacher, diterima oleh Guru Sejarah MAN 1 Surakarta Tatik Budi Raharti, sebagai pengakuan atas dedikasinya dalam mengintegrasikan nilai-nilai literasi hijau dalam proses belajar mengajar.

Ahmad Wardimin, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian ini. “Penghargaan ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh warga madrasah, mulai dari guru, staf, hingga siswa. Ini membuktikan bahwa komitmen kami terhadap visi ‘Madrasah Melompat’ dan misi Kementerian Agama dalam meningkatkan layanan pendidikan yang bermutu, terwujud nyata dalam aksi nyata kepedulian lingkungan dan literasi,” ujar Ahmad Wardimin.
Ia juga menambahkan bahwa program literasi hijau bukan sekadar formalitas, namun telah menjadi bagian integral dari kurikulum dan budaya sehari-hari di MAN 1 Surakarta.
Sementara itu, Tatik Budi Raharti berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi para pendidik lainnya. “Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya tentang akademik, tetapi juga membentuk karakter peduli lingkungan. Literasi hijau adalah jembatan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ajaran agama,” kata Tatik Budi Raharti.
Penyelenggaraan acara oleh APPel Hijau Indonesia ini bertujuan untuk mengapresiasi dan mempromosikan praktik-praktik terbaik (best practices) dalam pengembangan perpustakaan, literasi, dan pelestarian lingkungan di seluruh Indonesia. MAN 1 Surakarta bertekad untuk terus menjadi pelopor dalam gerakan literasi hijau dan memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan lingkungan yang asri dan berkelanjutan. (rsd/rmd)





















