Surakarta (Humas) – Jajaran asatidz/ah mata pelajaran menghadiri kegiatan Pembinaan Guru Madrasah (23/09/2026). Pelaksanaan pembinaan terasa lebih segar dan dinamis karena bertempat di laboratorium komputer MTs NDM Surakarta. Agenda strategis ini menghadirkan Pengawas Madrasah Kantor Kemenag Kota Surakarta, Sri Hartati serta dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah MTs NDM Surakarta, Ahmad Fadholi. Kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk menyelaraskan arah pendidikan madrasah dengan tantangan zaman modern.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ustadz Ahmad Fadholi yang menyoroti pentingnya program “Pesantren Ramah Anak”, program Kementerian Agama yang kini mulai diadopsi oleh daerah. Sehubungan dengan pertemuan antar-pesantren, Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kota Surakarta, telah sukses digelar beberapa hari sebelumnya, esensi program tersebut dinilai sangat selaras (match) dengan agenda pembinaan hari ini guna mengevaluasi dan memperbaiki ekosistem internal madrasah dari kekerasan verbal maupun fisik.

“Falsafah pendidikan sekarang sudah berbeda dengan masa lalu. Senakal apa pun anak didik kita sekarang, aturan dan zamannya sudah berbeda. Kita sudah tidak bisa lagi bermain fisik atau menggunakan kekerasan dalam mendidik,” tegas Ahmad Fadholi dalam sambutannya.
Memasuki acara inti, Sri Hartati memimpin jalannya pembinaan yang dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, ia menekankan pentingnya personal branding seorang guru. Sri Hartati juga mengingatkan bahwa dedikasi pendidik harus muncul dari hati. “Kita harus menjadi guru betulan, bukan sekadar kebetulan jadi guru,” tuturnya. Menurutnya, hal terdalam yang akan terus diingat oleh murid di masa depan bukanlah lembaran materi pelajaran, melainkan untaian nasihat, ketulusan bimbingan, dan teladan karakter dari gurunya.

Sementara pada sesi kedua, fokus pembinaan diarahkan pada bimbingan teknis (bimtek) penyusunan kegiatan kokurikuler. Memanfaatkan fasilitas laptop yang sudah tersedia di laboratorium komputer madrasah, para guru diajak bertransformasi digital menggunakan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk merancang program kokurikuler yang terstruktur. Sri Hartati mengingatkan bahwa di zaman modern ini teknologi tidak bisa dihindari, namun pintar atau bodohnya alat tersebut sangat tergantung pada kecakapan penggunanya (user).
Dalam sesi praktis ini, para guru dibimbing secara runtut untuk menyusun rancangan kokurikuler, mulai dari merumuskan tema, menyusun matrikulasi waktu, merancang draf surat kedinasan yang dibutuhkan, hingga memvisualisasikan rencana kegiatan menjadi sebuah infografis yang menarik. Secara khusus, dalam penyusunan kegiatan kokurikuler ini, para guru diwajibkan untuk mengintegrasikan 8 Profil Lulusan dan menyelaraskannya dengan Kurikulum Berbasis Cinta khas Kementerian Agama.
Kegiatan yang berlangsung tertib sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini berjalan dengan lancar. Seluruh asatidz/ah siap membawa pulang kesiapan administrasi dan semangat baru demi mewujudkan ekosistem MTs NDM Surakarta yang aman, modern, dan ramah anak. (ma/my)




















