Kota Surakarta (Humas) – Prestasi membanggakan kembali lahir dari rahim madrasah. Hanindawan Abdullah, siswa kelas 12 F.5 dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta, berhasil membuktikan bahwa batasan geografis bukan penghalang untuk meraih mimpi dunia. Melalui perjuangan panjang yang mengombinasikan kecerdasan akademik, riset teknologi, dan kepemimpinan di lapangan, Hanin resmi diterima sebagai mahasiswa Medicine (Kedokteran) dan Dentistry (Kedokteran Gigi) di Istinye University, Istanbul, Turki.
Lolosnya Hanin ke salah satu universitas bergengsi di Turki bukanlah sebuah kebetulan. Sejak awal, ia telah mempersiapkan diri dengan standar internasional. Proses seleksi administrasi yang ia lalui mencakup berbagai sertifikasi kompetensi global yang ketat, mulai dari SAT (Scholastic Assessment Test) sebagai tolok ukur akademik, IELTS untuk uji kemahiran bahasa Inggris, hingga Tomer untuk memastikan penguasaan bahasa Turki.
“Prosesnya memang panjang dan tidak mudah. Saya harus konsisten membagi waktu antara kewajiban pelajaran di madrasah dengan persiapan tes internasional tersebut,” kenang Hanin saat menceritakan perjuangannya sejak awal masuk ke MAN 1 Surakarta, Senin (2/2/2026).
Hal yang paling mencuri perhatian tim seleksi Istinye University adalah isi dari Motivation Letter yang disusun Hanin. Di saat banyak calon mahasiswa hanya fokus pada nilai rapor, Hanin justru menonjolkan sisi inovatornya dalam bidang teknologi kesehatan. Ia memaparkan riset mendalam mengenai inovasi Deteksi Rabies dan Penyakit Mulut Kuku (PMK) berbasis Arduino.
Alat ini dirancang sebagai solusi digital untuk penanganan awal zoonosis, penyakit yang menular dari hewan ke manusia, yang sering kali menjadi ancaman serius bagi ketahanan kesehatan masyarakat. Kemampuannya mengawinkan logika IT dengan kebutuhan medis lapangan menjadi nilai tambah yang luar biasa di mata penguji internasional.

Selain seorang inovator, Hanin adalah seorang pemimpin yang teruji. Pengalamannya sebagai Koordinator PMR (Palang Merah Remaja) Solo dan Jawa Tengah 2 memberinya jam terbang tinggi dalam hal First Aid (Pertolongan Pertama) dan Disaster Preparedness (Kesiapsiagaan Bencana).
Dalam visinya ke depan, Hanin secara cerdas mengadopsi konsep Health System Resilience (Ketahanan Sistem Kesehatan) dari Turki, terutama terkait peran Ulusal Medikal Kurtarma Ekipleri (UMKE). UMKE merupakan tim penyelamat medis nasional Turki yang sangat terlatih dalam menangani situasi krisis dan bencana.
“Saya tertarik mempelajari bagaimana UMKE bekerja dalam situasi kritis. Dengan bekal pengalaman saya sebagai Koordinator PMR, saya bermimpi menggabungkan manajemen resiliensi tersebut dengan teknologi deteksi dini untuk memperkuat sistem kesehatan di Indonesia kelak,” ujar Hanin penuh semangat.
Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin, menyatakan bahwa Hanin adalah representasi nyata dari slogan “Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia”.
“Keluarga besar MAN 1 Surakarta sangat bangga. Hanin tidak hanya cerdas, tapi juga memiliki karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial yang tinggi. Keberhasilannya diterima di Fakultas Kedokteran di Turki membuktikan bahwa layanan pendampingan siswa study lanjut kami mampu mengantarkan anak didik ke gerbang perguruan tinggi impian, bahkan hingga ke mancanegara,” tutur Ahmad Wardimin dengan rasa haru.
Prestasi Hanindawan Abdullah kini menjadi standar baru bagi siswa madrasah lainnya di Surakarta dan Indonesia, bahwa dengan ketekunan, inovasi, dan niat yang tulus, pintu pendidikan terbaik dunia akan selalu terbuka lebar. (rsd/rmd)


Dokumentasi Penilaian Dalam Lomba Pemuda Inovatif Tingkat Kota Surabaya yang diikuti oleh Hanindawan Abdullah



















