Surakarta (Humas) – Kementerian Agama Kota Surakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) melalui berbagai program unggulan yang berorientasi pada penguatan karakter, spiritualitas, dan kompetensi peserta didik. Salah satu implementasi nyata terlihat dalam kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Takwa) dan Outing Class yang diselenggarakan oleh MTsN 2 Surakarta di kawasan Tawangmangu, Karanganyar (14-15/05/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Al-Qur’an, Menyatu dengan Alam” ini menjadi bagian dari strategi pembinaan terpadu dalam program Boarding School yang tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Kepala MTsN 2 Surakarta, Kirno Suwanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program-program unggulan seperti MABIT dan Outing Class memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“MABIT menjadi sarana pembinaan spiritual melalui kegiatan ibadah seperti qiyamul lail, tilawah, dan penguatan nilai keimanan. Sementara outing class memberikan pengalaman belajar kontekstual yang menumbuhkan kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat kebersamaan antar siswa,” jelasnya.

Selama dua hari pelaksanaan, para santri mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari tilawah dan khataman Al-Qur’an, tasmi’ bil ghaib, qiyamul lail, hingga tadabbur alam. Kegiatan ini tidak hanya memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga melatih disiplin, tanggung jawab, serta meningkatkan kualitas interaksi sosial.
Salah satu momen penting adalah tasmi’ bil ghaib santri kelas IX yang menjadi bagian dari evaluasi kesiapan menghadapi Ujian Kepondokan, khususnya dalam bidang tahfidz Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan Kalimatul Wada’ menjadi ajang refleksi dan penguatan emosional bagi santri yang akan menyelesaikan masa pendidikan di boarding school.
Di sisi lain, kegiatan Outing Class yang dilaksanakan melalui eksplorasi alam di Bukit MITIS memberikan pengalaman belajar langsung di luar kelas. Melalui aktivitas ini, siswa diajak untuk mengenal lingkungan, berinteraksi dengan masyarakat, serta menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian terhadap ciptaan Tuhan.
Kasi Pendidikan Madrasah, Rifhamdani Agam dalam pernyataannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut serta berharap model pembinaan serupa dapat diterapkan di seluruh madrasah. “Kami sangat mendukung inovasi program unggulan di madrasah, seperti MABIT dan outing class, karena terbukti mampu memperkuat keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial peserta didik. Harapannya, seluruh madrasah di Kota Surakarta dapat terus mengembangkan program-program kreatif dan berdampak, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi pendidikan madrasah yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan generasi yang berdaya saing serta berakhlakul karimah. (fi’/my)


















