Kota Surakarta (Humas) – “Kita harus bangga dan memahami dengan baik nilai-nilai Asta Protas Kementerian Agama. Karena sejatinya, kita adalah petugas kebaikan,” pesan pembuka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab saat memberikan pembinaan dan penguatan integritas kepada lebih dari 500 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kankemenag Kota Surakarta pada Selasa (12/5/2026).
Bertempat di Graha Saba Buana, Saiful Mujab mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag untuk bangga dan menghayati nilai-nilai Asta Protas Kementerian Agama. Menurutnya, jati diri pegawai Kemenag adalah sebagai petugas kebaikan. “Salah satu bentuk tugas kebaikan itu adalah melalui Program Golek Garwo,” tegasnya. Program ini menjadi bagian dari komitmen Kankemenag Kota Surakarta dalam menghadirkan layanan yang menyentuh aspek sosial kemasyarakatan secara langsung.
Asta Protas poin pertama yang berisi tentang kerukunan, dinilai Saiful Mujab sebagai pondasi utama membangun bangsa. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kankemenag Kota Surakarta yang terus berkomitmen menjaga harmoni dan toleransi.
“Kota Surakarta kerap memperoleh penghargaan terkait toleransi dan kerukunan umat beragama. Makna kerukunan adalah meyakini keyakinan kita sendiri dengan sepenuh hati, namun tetap menghargai keyakinan orang lain,” ujarnya.
Tak hanya soal kerukunan, Saiful Mujab juga menekankan bahwa setiap program dan layanan Kemenag harus jelas, nyata, serta berdampak langsung. Di sinilah inovasi unggulan Kankemenag Kota Surakarta memainkan peran strategis. Layanan seperti Sharing Wawasan untuk Layanan Unggul (SRAWUNG), Wakaf Cekatan, Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), dan Gerakan Rumah Ibadah Berseri (GEMARI) Solo lahir sebagai wujud transformasi layanan publik yang menjemput bola dan menjawab kebutuhan spesifik masyarakat perkotaan.

Salah satu pencapaian monumental yang dibanggakan adalah capaian penghimpunan wakaf uang se-Provinsi Jawa Tengah senilai Rp. 4,37 miliar yang baru saja diluncurkan secara resmi. Saiful Mujab menjelaskan bahwa dana wakaf ini akan tetap utuh, dikelola secara amanah dan profesional, dengan nilai manfaat yang terus dikembangkan untuk kepentingan sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan umat.
“Inilah semangat gotong royong dan keberlanjutan sebagai kekuatan wakaf produktif,” tambahnya, seraya menegaskan bahwa pengelolaan ini sejalan dengan nilai ekoteologi yang mengajarkan keterikatan manusia dan alam.
Dalam arahannya, Saiful Mujab juga menyerukan transformasi kinerja menuju sistem digital yang cepat, efektif, dan responsif. Jika dahulu ASN cenderung menunggu masyarakat datang, kini mereka harus mampu menjemput pekerjaan dan menghadirkan pelayanan yang mudah diakses. “Inovasi menjadi kunci utama tata kelola modern dan profesional,” ujar Saiful Mujab seraya mengingatkan nilai-nilai budaya kerja Kemenag: integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan.
Melalui berbagai layanan unggulan seperti SRAWUNG, Wakaf Cekatan, Golek Garwo, BRUS, hingga GEMARI Solo, Kankemenag Kota Surakarta menunjukkan bahwa pelayanan keagamaan tidak lagi bersifat konvensional dan birokratis. Sebaliknya, ia hadir sebagai gerakan sosial yang hidup, berdampak, dan menyentuh seluruh lapisan warga. “Pengabdian kita tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada semesta,” pungkas Saiful Mujab. Dengan begitu, ASN Kemenag diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga lingkungan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (rmd)





















