Surakarta (Humas) – Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Amin Handoyo, menghadiri puncak kegiatan Fantasia 2026 di MTs Negeri Surakarta 1 pada Sabtu (31/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Amin didampingi Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Surakarta, Rifhamdani Agam. Kehadiran Kabid Penmad Kanwil Kemenag Jateng menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan potensi, kreativitas, dan prestasi peserta didik madrasah. Dalam kesempatan tersebut, Amin berpesan agar para murid terus mempertahankan prestasi dan menjadikannya sebagai inspirasi bagi lingkungan sekitar.
“Saya kira untuk menginspirasi itu seseorang harus punya sesuatu. Harapan saya, prestasi tetap dijaga, tetap istiqomah, kemudian bisa menginspirasi yang lain,” pesannya di hadapan para murid dan tamu undangan.
Fantasia 2026 merupakan festival tahunan yang menggabungkan tiga momentum, yakni Hari Santri, Bulan Bahasa, dan Festival Sains. Kegiatan yang berlangsung pada 29–31 Oktober 2026 tersebut diisi dengan 20 cabang perlombaan, mulai dari cerdas cermat, olimpiade, Teknologi Tepat Guna (TTG), pidato, MHQ, hingga MTQ.
Puncak kegiatan diawali dengan penampilan tim hadrah dan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Rais, siswa kelas 9 Sains 2. Sejumlah penampilan seni turut memeriahkan acara, di antaranya solo vokal, pembacaan puisi, Tari Saman, tarian Jawa, pertunjukan wayang, dan musik band. Kegiatan juga dilengkapi dengan Market Day yang melibatkan murid kelas 9.

Salah satu murid yang meraih prestasi adalah Abarashi, siswa kelas 9 Tahfidz, yang memperoleh Juara I lomba Teknologi Tepat Guna (TTG). Ia mengaku sempat tidak percaya diri, tetapi tetap optimistis bersama timnya.
“Momen yang berkesan bagi saya itu waktu pengumuman kejuaraan. Sebenarnya saya nggak percaya diri, tapi kami yakin bisa jadi juara,” ungkapnya.
Kepala Madrasah, Pramono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah berpartisipasi. Menurutnya, setiap peserta memiliki potensi dan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. “Semuanya punya mental juara. Semuanya mempunyai prestasi,” tuturnya.
Melalui Fantasia 2026, madrasah berharap dapat memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan di bidang akademik, keagamaan, teknologi, bahasa, dan seni. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana membangun kepercayaan diri serta mendorong budaya berprestasi di lingkungan madrasah. (dna/my)





















