Surakarta (Humas) — Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengokohkan karakter pendidik, MTs Negeri 2 Surakarta menggelar agenda Monitoring dan Pembinaan Guru serta Tenaga Kependidikan (GTK) pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan utama madrasah ini dihadiri oleh Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Surakarta, Sri Hartati.
Agenda ini diikuti oleh seluruh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan MTsN 2 Surakarta. Selain menjalankan fungsi pengawasan kelembagaan, pembinaan kali ini berfokus pada dua pilar utama dalam transformasi pendidikan madrasah, yakni pembentukan personal branding guru yang menyenangkan serta penguatan konsep ekoteologi.
Dalam paparan pembinaannya, Sri Hartati menekankan pentingnya personal branding sebagai rekam jejak profesionalitas dan integritas seorang guru. Menurutnya, citra diri pendidik tidak hanya diukur dari penguasaan materi akademis, melainkan dari sejauh mana seorang guru mampu menciptakan suasana belajar yang humanis dan penuh empati.

“Personal branding seorang guru dibentuk dari konsistensi sikap, dedikasi, dan kehangatan dalam berinteraksi. Guru yang berhasil adalah mereka yang mampu menghadirkan kelas yang menyenangkan, mendengarkan dengan empati, serta menjadi figur penyejuk yang kehadirannya selalu dinantikan oleh para siswa,” tegasnya di hadapan seluruh peserta.
Ia menambahkan bahwa pendekatan yang adaptif dan penuh kasih sayang merupakan kunci utama dalam membangun ruang kelas yang inklusif dan ramah anak di era modern.
Selain aspek pedagogis dan personalitas, pembinaan ini juga menyoroti pentingnya penerapan ekoteologi dalam ekosistem pendidikan Islam. Konsep ini mendorong integrasi antara doktrin keagamaan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup. Sri Hartati mengajak seluruh GTK MTsN 2 Surakarta untuk menjadikan nilai-nilai spiritualitas sebagai dorongan moral dalam merawat lingkungan madrasah.
“Ekoteologi menegaskan bahwa sikap peduli lingkungan merupakan manifestasi nyata dari keimanan. Madrasah harus menjadi pelopor dalam menanamkan kesadaran ekologis kepada peserta didik—mulai dari tata kelola kebersihan, efisiensi energi, hingga penataan lingkungan yang hijau dan asri,” tambahnya.
Kepala MTs Negeri 2 Surakarta, Kirno Suwanto menyampaikan apresiasi mendalam atas arahan strategis dan motivasi yang disampaikan oleh Pengawas Madrasah. Pihaknya berkomitmen untuk mentransformasikan arahan tersebut ke dalam program kerja nyata madrasah. “Penyampaian dari Ibu Pengawas memberikan arah yang sangat jelas bagi pengembangan kompetensi GTK kami. Komitmen kami di MTsN 2 Surakarta adalah memperkuat kultur pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membangun lingkungan madrasah yang berperspektif ekologis dan berkelanjutan,” ujar Kepala MTsN 2 Surakarta.
Respons positif juga datang dari perwakilan guru peserta pembinaan. Materi yang disampaikan dinilai memberikan perspektif baru yang menyegarkan dalam menjalankan tugas keseharian. “Materi pembinaan hari ini sangat relevan dan memberikan motivasi kuat. Penguatan tentang pentingnya sikap ramah serta kepedulian pada lingkungan memberikan semangat baru bagi kami untuk terus membenahi kualitas diri dalam mendampingi para siswa,” ungkap salah seorang guru peserta.
Melalui kegiatan monitoring dan motivasi ini, MTs Negeri 2 Surakarta optimistis mampu mewujudkan iklim belajar yang lebih berkualitas, menghadirkan sosok pendidik yang inspiratif, serta mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berkarakter dan peduli terhadap kelestarian alam. (bla/my)

















