Surakarta (Humas) – Madrasah Aliyah Al-Muayyad turut ambil bagian dalam kegiatan Implementasi Saka Bakti Husada (SBH) yang diselenggarakan oleh Saka Bakti Husada Puskesmas Purwosari. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (30/7/2026) di SMKN 4 Surakarta.
Saka Bakti Husada (SBH) merupakan salah satu wadah pembinaan dalam Gerakan Pramuka yang berfokus pada bidang kesehatan. Melalui program ini, Puskesmas Purwosari menjalin sinergi dengan sekolah untuk memperkuat pembinaan kesehatan remaja melalui edukasi, promosi kesehatan, serta berbagai aktivitas yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat.
Pejabat Teknis UKM Esensial dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat UPT Puskesmas Purwosari, Dr. Devita Ayu, menyampaikan bahwa penyelenggaraan pertemuan SBH selama tiga tahun terakhir menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan dalam persiapan kegiatan.
“Tujuan kegiatan implementasi ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan supaya nanti dapat dipraktikkan di sekolah. Saya sudah memegang SBH sejak 3 tahun terakhir. Ini bukan kegiatan yang pertama, tahun-tahun sebelumnya sudah ada dan sebenarnya saya ingin mengumpulkan adik-adik setiap bulannya, tapi tidak bisa karena ada kendala dalam anggaran. Tidak mungkin kami mengadakan kegiatan dengan anggaran yang tidak memadai,” ungkapnya.
Ia berharap setiap sekolah memiliki organisasi SBH sehingga materi kesehatan yang diberikan dapat diimplementasikan dalam kegiatan kepramukaan sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan warga sekolah.
“Harapan untuk sekolah paling tidak memiliki organisasi SBH, supaya informasi tentang kesehatan ada manfaatnya dalam kepramukaan. Selain itu SBH dapat berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan sekolah,” sambungnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai kesehatan, tetapi juga mendapatkan pembekalan seputar kepramukaan. Materi tersebut mencakup pengenalan berbagai jenis Satuan Karya (Saka) beserta krida yang terdapat dalam Saka Bakti Husada.
Salah satu peserta, Salwa, menilai kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai dasar-dasar SBH beserta fungsinya. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai Saka lain dalam Gerakan Pramuka sehingga mampu menambah wawasan sekaligus pengalaman di bidang kesehatan.
“Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai materi dasar dan fungsi diadakannya SBH serta menjelaskan Saka-Saka lainnya yang ada di kepramukaan, sekaligus menambah wawasan dan pengalaman dalam bidang kesehatan,” terang Salwa.
Hal senada disampaikan Rakyan Damar. Ia mengaku senang dapat mengikuti implementasi SBH karena selain menambah pengetahuan mengenai kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperluas relasi dengan peserta dari sekolah lain.
“Materi kesehatan kemarin sudah cukup untuk remaja seperti saya. Mulai dari PHBS hingga penyakit menular yang disertai infografik sehingga mudah dimengerti dan dipahami,” ujarnya. (il/my)













