Kota Surakarta (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Kota Surakarta. Dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Keterpaduan Keamanan Pangan Kota Surakarta Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Surakarta di Pendapa Balai Kota Surakarta, Rabu (22/7/2026), MAN 1 Surakarta berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas komitmen madrasah dalam membangun budaya keamanan pangan di lingkungan sekolah.
Dua penghargaan tersebut yaitu Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan untuk Kantin Sekolah serta Sertifikat Program Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan Tahun 2026. Penghargaan yang salah satunya diserahkan langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemkot Surakarta Purwanti kepada MAN 1 Surakarta, mencerminkan makna bahwa MAN 1 dinilai berhasil menerapkan berbagai program pembinaan keamanan pangan secara berkelanjutan, mulai dari edukasi warga madrasah, pengelolaan kantin sehat, hingga pengawasan terhadap pangan yang dikonsumsi peserta didik.
Penghargaan diterima langsung oleh Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin bersama tim keamanan pangan madrasah. Ahmad Wardimin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh warga madrasah yang telah bekerja sama mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat dan aman.
“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh keluarga besar MAN 1 Surakarta. Keamanan pangan bukan hanya tentang kantin yang bersih, tetapi juga membangun budaya hidup sehat bagi seluruh warga madrasah. Kami berkomitmen menjadikan keamanan pangan sebagai bagian dari karakter peserta didik sehingga mereka terbiasa memilih makanan yang sehat, aman, dan bergizi,” ungkap Ahmad Wardimin.

Ia menambahkan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi MAN 1 Surakarta untuk terus meningkatkan kualitas layanan kantin serta memperkuat edukasi mengenai keamanan pangan sebagai bagian dari pembentukan karakter murid.
Sementara itu, Kepala BPOM Kota Surakarta Taufiqurrohman, menegaskan bahwa Program Keterpaduan Keamanan Pangan tidak hanya bertujuan memberikan penghargaan, tetapi lebih jauh membangun kesadaran masyarakat agar mampu menjaga kesehatan melalui pola konsumsi yang aman dan sehat.
“Yang kami bangun adalah kesadaran masyarakat. Kami ingin sekolah menjadi pusat pembentukan budaya keamanan pangan sehingga peserta didik tidak hanya mengetahui pentingnya pangan yang aman, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, sekolah-sekolah seperti MAN 1 Surakarta dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” tegas Taufiqurrohman.
Menurutnya, pendekatan keamanan pangan harus dilakukan secara menyeluruh melalui pemberdayaan sekolah, masyarakat, dan lingkungan sekitar sehingga mampu menghasilkan perubahan perilaku yang berdampak nyata terhadap kesehatan masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya BPOM dalam membangun budaya keamanan pangan di sekolah, pasar, dan komunitas secara berkesinambungan.
Prestasi yang diraih MAN 1 Surakarta semakin memperkuat citra madrasah sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan karakter, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan serta kualitas lingkungan belajar.
Dengan penghargaan ini, MAN 1 Surakarta diharapkan mampu menjadi role model dalam penerapan keamanan pangan di lingkungan pendidikan, sekaligus menginspirasi sekolah dan madrasah lain untuk membangun budaya hidup sehat demi menciptakan generasi yang cerdas, sehat, dan berdaya saing. (rsd/rmd)















