Surakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta menerima audiensi dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Surakarta pada Selasa (14/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi penanggulangan HIV/AIDS, khususnya di lingkungan satuan kerja Kemenag seperti madrasah dan pesantren.
Audiensi tersebut dihadiri oleh Prawoto Mujiyono bersama jajaran sebagai staf pengelola program KPA Kota Surakarta. Sementara dari Kemenag, kegiatan diterima langsung oleh Kepala Kantor, Ahmad Ulin Nur Hafsun dan Kasi Bimas Islam, Achmad Arifin.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penyusunan kebijakan dan strategi penanggulangan HIV/AIDS yang lebih terarah dan berkelanjutan. Fokus utama diarahkan pada penguatan edukasi, pencegahan, serta pemetaan wilayah yang berpotensi terhadap penyebaran HIV/AIDS.

Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi isu kesehatan tersebut.
“Penanggulangan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi lintas sektor, termasuk Kemenag melalui madrasah dan pesantren sebagai basis edukasi masyarakat. Kami memandang perlu adanya penguatan kerja sama melalui MoU serta sosialisasi yang masif dan berkelanjutan di lingkungan Kemenag,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa pendekatan edukatif berbasis nilai keagamaan dapat menjadi strategi efektif dalam membangun kesadaran serta mengurangi stigma di tengah masyarakat.
Sementara itu, Prawoto Mujiyono menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari upaya KPA dalam memperluas jangkauan program penanggulangan HIV/AIDS melalui pendekatan kolaboratif.
“Kami melihat Kemenag memiliki peran yang sangat strategis, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan keagamaan. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat melakukan identifikasi dan pemetaan wilayah berisiko sekaligus memperkuat upaya pencegahan di madrasah dan pesantren,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi dengan Kemenag diharapkan mampu memperkuat literasi kesehatan masyarakat serta menekan angka penyebaran HIV/AIDS di Kota Surakarta.
Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam merumuskan langkah konkret, mulai dari penyusunan kebijakan, pemetaan wilayah, hingga pelaksanaan sosialisasi yang berkelanjutan demi terciptanya masyarakat yang sehat, sadar, dan bebas stigma.














