Surakarta (Humas) – Suasana dingin khas lereng Gunung Lawu seketika berubah menjadi hangat oleh gemuruh semangat ratusan siswa MTsN Surakarta 1. Sebanyak 315 siswa kelas 7, bersama alumni Dewan Penggalang, guru pendamping, dan kakak pembina sukses menggelar kegiatan Kemah Bakti 2026 yang berlangsung meriah selama tiga hari (19-21/05/2026). Bertempat di Bumi Perkemahan Al Amin, Ngargoyoso, Karanganyar, kegiatan tahun ini mengusung tema keren “Fuel the Kindness and Fire the Future” yang berarti kobarkan kebaikan dan nyalakan masa depan. Bukan sekadar agenda berkemah biasa, kegiatan ini dirancang menjadi wadah penempaan karakter agar para siswa tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan mandiri.
Suasana kebersamaan semakin erat saat upacara pembukaan dan pelantikan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) resmi dibuka oleh Kepala MTsN Surakarta 1, Nurul Qomariyah. Ia menegaskan bahwa Kemah Bakti adalah tempat terbaik bagi siswa untuk belajar disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.
Tak butuh waktu lama bagi para peserta untuk beradaptasi, karena setelah upacara mereka langsung dihadapkan pada berbagai kompetisi sengit yang seru. Mulai dari adu wawasan di Lomba Ranking 1, asah bakat cuap-cuap di Radio Broadcast, unjuk kreativitas budaya di Taman Jateng Gayeng, hingga uji ketangkasan pramuka dalam Lomba Tali Temali. Seluruh peserta terlihat sangat aktif dan ceria mengikuti setiap tangkai lomba yang berlangsung hingga sore hari.

Esoknya, kegiatan diawali dengan sentuhan spiritual melalui salat subuh berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan senam pagi bersama untuk membakar energi. Setelah mengisi tenaga dengan sarapan, keseruan yang paling ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu wide game. Agar kegiatan tetap tertib dan kondusif, peserta dibagi ke dalam beberapa kloter untuk menaklukkan tantangan di empat pos permainan berbeda yang menguji kekompakan, kerja sama, dan ketangkasan fisik. Malam harinya, atmosfer Buper Al Amin berubah menjadi syahdu sekaligus magis saat Panitia Khusus menyalakan api unggun dengan penuh khidmat. Di bawah pendar cahaya api, malam akbar tersebut diisi dengan penampilan drama, adu yel-yel, dan berbagai aksi panggung yang sukses menghibur dan menghangatkan malam di lereng gunung.
Hari terakhir, menjadi momen emosional sekaligus penutup dari seluruh rangkaian petualangan. Setelah bersenang-senang di sesi game penutup dan menerima hadiah bagi para juara lomba, seluruh peserta kompak melakukan aksi “operasi semut” untuk membersihkan seluruh area perkemahan demi menjaga kelestarian alam. Tepat pukul 09.00, upacara penutupan resmi dilaksanakan sebagai tanda berakhirnya Kemah Bakti MTsN Surakarta 1 tahun 2026. Ratusan Pramuka Penggalang ini pun kembali ke Kota Solo dengan membawa pulang sejuta cerita, kenangan indah, dan ikatan persaudaraan yang erat. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai positif yang telah dipelajari dapat terus menyala dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. (dna/my)



















