Kota Surakarta (Humas) – Madrasah Aliyah negeri (MAN) 1 Surakarta pada hari kamis (7/5/2026), bertempat di Graha Saba Buana menggelar akhirussanah sejumlah 472 siswa kelas XII. Deretan tamu undangan yang dihadirkan dalam kegiatan akhirussanah tersebut diantaranya Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah (Kemenag Jateng) Amin Handoyo, perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta, jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta mulai dari Kepala Kantor Ahmad Ulin Nur Hafsun, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Bagus Sigit Setiawan, Kepala Seksi Penmad Rifhamdhani Agam, Pengawas Madrasah Sri Hartati, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Arif Ansori, serta seluruh Kepala Madrasah Negeri dan Swasta se-Kota Surakarta.
Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh siswa yang diwisuda. Ia menegaskan bahwa para siswa yang menjadi bagian di MAN 1 bukan suatu kebetulan. “Tetapi kalian adalah orang yang terpilih melalui serangkaian proses seleksi yang begitu panjang,” ujar Ahmad Wardimin di hadapan ratusan siswa yang juga hadir didampimgi orang tua/wali.
Menguatkan pesan tentang perjuangan menuntut ilmu, Ahmad Wardimin kemudian mengutip nasihat Imam Syafi’i. “Lelah dan letih yang kalian rasakan karena mengikuti pelajaran, ingatlah nasihat dari Imam Syafi’i yang mengatakan barang siapa yang tidak merasakan pahitnya belajar walau hanya sesaat, niscaya dia akan menegak hinanya kebodohan sepanjang hidupnya,” tutur Ahmad Wardimin.
Ahmad Wardimin kemudian melanjutkan paparan tentang deretan prestasi yang berhasil diraih MAN 1 Surakarta, di mana sepanjang tahun 2026, dari awal tahun hingga saat ini, total 78 kejuaraan sudah berhasil terkumpul.

Kabid Penma Amin Handoyo yang berkesempatan hadir secara langsung, dalam sambutannya yang merupakan puncak kegiatan menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada MAN 1 Surakarta. Tagline Pendidikan Madrasah saat ini adalah “Madrasah Unggul, Ramah, Terintegrasi”.
“Tagline Ini sudah tampak dari MAN 1 yang memiliki nilai unggul yakni adanya peserta didik yang berasal dari Filipina,” tutur Amin Handoyo.
Lebih lanjut, Amin Handoyo menyampaikan bahwa pendidikan terintegrasi adalah pendidikan yang paling memanusiakan manusia karena menyatukan qolbun dan ruh. Ia menegaskan bahwa pendidikan di madrasah juga diharapkan unggul dalam bidang sains dan keagamaan secara berimbang. Tidak berhenti di situ, ia kemudian mengangkat konsep one minute, one awareness, sebuah pendekatan yang dinilai selaras dengan ajaran agama Islam. Sebab, kesadaran yang dilatih setiap menit menciptakan mindfulness Islami yang fleksibel lintas konteks.

Sementara itu, Ahmad Ulin Nur Hafsun menyampaikan nasihat khusus kepada para lulusan. “Pesan saya yang pertama ilmu adalah cahaya. Maka, sudah seharusnya lulusan MAN harus berbeda, lebih unggul dari lulusan sekolah umum lainnya. Dan kedua jaga selalu salat lima waktunya,” pesan Ahmad Ulin Nur Hafsun.
Kehadiran jajaran Kemenag Jateng dan Kankemenag Kota Surakarta dalam akhirussanah ini menjadi bukti komitmen instansi dalam mengawal kualitas pendidikan madrasah di wilayah kota. Dengan terselenggaranya Akhirussanah yang megah dan penuh pesan moral ini, MAN 1 Surakarta kembali menegaskan posisinya sebagai madrasah unggulan di Jawa Tengah. Keberhasilan mengumpulkan 78 kejuaraan di tahun 2026 serta hadirnya siswa internasional asal Filipina menjadi bukti nyata bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing di kancah sains dan global. Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta pun berkomitmen untuk terus memantau dan mendukung penuh capaian-capaian madrasah di Kota Surakarta. (rmd)



















