Surakarta (Humas) -Semarak Ramadan 1447H di MTs Muhammadiyah Surakarta (Matsmuka) tidak hanya diisi kegiatan internal madrasah. Semangat berbagi dan mengabdi santri Pondok KH Ahmad Dahlan MTs Muhammadiyah Surakarta dengan terjun langsung ke masyarakat melalui program sosial dan keagamaan yang inspiratif. Santri pondok dipercaya masyarakat untuk menjadi Imam Muda dibeberapa masjid sekitar madrasah seperti masjid Rohmah, dan Masjid Badawi.
Muchamad Zainal Arifin selaku koordinator pondok putra memberikan motivasi kepada para santri untuk mengabdi ke Masyarakat dan menjadi Imam Muda. “Alhamdulillah ada tiga anak yang dipercaya masyarakat menjadi Imam muda dan memimpin sholat isya dan tarawih. Santri juga antusias menjadi imam sekaligus memberikan kultum setelah sholat tarawih” ujarnya.
Santri-santri pondok yang menjadi imam sudah diseleksi oleh musrif tentan gerakan dan bacaan yang benar. Santri yang terpilih yaitu Hidayat Nurwahid, Abdulloh Tsabit dan Wahyu Wirda yang kesemuanya adalah siswa kelas 9.
Mar’atus Sholikah Isnaini selaku Kepala MTs Muhammadiyah Surakarta mengharap kegiatan ini membentuk karakter santri mènjadi lebih baik. “Program Imam Muda dan kegiatan sosial seperti berbagi takjil merupakan bagian dari pendidikan karakter di MTs Muhammadiyah Surakarta. Kami ingin membentuk santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, jiwa kepemimpinan, serta kepedulian sosial yang tinggi” harapnya.
Kepercayaan menjadi Imam Muda lebih dari sekedar aksi sosial, kualitas keagamaan santri Matsmuka juga diakui oleh masyarakat. Penugasan santri melalui program “Imam Muda” adalah bagian dari upaya madrasah dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya hafal Al Qur’an, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk memimpin umat.
Salah satu santri Wahyu wirda mengungkapkan kegugupannya saat dipilih menjadi imam muda. “Jujur awalnya karena harus memimpin sholat dengan makmum yang usianya lebih dari saya. Tapi alhamdulillah setelah dilalui ada kebanggaan tersendiri bisa menjadi imam sholat isya dan tarawih di beberapa masjid. Semoga kedepan saya lebih baik lagi jika diamanahi menjadi imam kembali” ujarnya.
Tebar kebaikan di jalan oleh santri pondok pesantren putri. Salah satu aksi nyata yang dilakukan adalah berbagi takjil yang dilaksanakan pada hari Rabu, 11 Maret 2026 disepanjang jalan Ir.H. Juanda, tepatnya didepan Gedung Yayasan Dakwah (GYD) Kampung sewu. Dengan penuh antusias, para santri membagikan paket takjil kepada pengguna jalan ataupun warga sekitar yang sedang melintas sebagai bentuk rasa syukur di bulan Ramadan. Semoga dengan kegiatan ini menambah rasa syukur dan keimanan para santri dan memupuk jiwa sosial untuk berbagi. (hfdz/my)


















