Surakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta mengapresiasi pelaksanaan Khataman Al-Qur’an bil Ghaib 30 Juz dan Khataman Kitab Kuning PP. Raudlotul Muhibbin Al-Musta’iniyyah, Surakarta. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Dana ini (15/1/2026) menegaskan peran pesantren sebagai pusat penjagaan Al-Qur’an dan penguatan tradisi keilmuan Islam berbasis kitab-kitab turats.
Kegiatan khataman dihadiri oleh ulama internasional sebagai pembicara utama, yakni Syekh Ahmad Muhamad Al-Umari dari Yaman dan Syekh Dr. Mahir Al-Munajid dari Damaskus. Keduanya memberikan tausiyah tentang urgensi menjaga hafalan Al-Qur’an, mendalami kitab kuning, serta mengamalkan ilmu agar memberi kemanfaatan luas bagi umat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun hadir dan menyampaikan sambutan yang menegaskan bahwa khataman bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk memulai fase pengabdian yang lebih luas. “Setiap akhir sejatinya adalah awal yang baru, santri harus benar-benar mentes dalam belajar, matang secara keilmuan, kuat mental, dan kokoh akhlaknya sebelum terjun ke tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa ilmu Al-Qur’an dan kitab kuning yang telah dikhatamkan harus terus dihidupkan dan diamalkan, agar kehadiran santri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat.
Ahmad Ulin mengaku terpesona dengan atmosfer keilmuan dan spiritualitas pesantren. Dengan nada hangat, ia menyampaikan keinginannya untuk “ingin mondok lagi”, sebagai ungkapan kekaguman terhadap kuatnya tradisi ilmu, adab, dan kebersamaan di PP. Raudlotul Muhibbin Al-Musta’iniyyah.
Ia mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Pengasuh PP Raudlotul Muhibbin Al-Musta’iniyyah, Musta’in Nashoha (Gus Musta’in), yang telah berkontribusi aktif dalam penguatan kompetensi keagamaan aparatur Kemenag, khususnya dengan mengajarkan kitab munakahat kepada para penghulu Kemenag Kota Surakarta.
“Ini adalah contoh nyata sinergi pesantren dan Kemenag, dimana Ilmu pesantren memberi penguatan langsung pada layanan keagamaan negara,” ungkapnya.
Pengasuh PP Raudlotul Muhibbin Al-Musta’iniyyah, Musta’in Nashoha dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Agama Kota Surakarta atas dukungan dan kerja sama yang selama ini terjalin erat dengan pesantren.

Dalam prosesi khataman, pesantren juga menyelenggarakan ujian terbuka bagi sejumlah santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an bil ghaib dan kajian kitab kuning. Ujian dilaksanakan di hadapan para masyayikh dan dewan penguji sebagai bentuk akuntabilitas keilmuan dan penjagaan kualitas sanad.
Dewan penguji terdiri dari kalangan ulama dan asatidz pesantren serta unsur Kementerian Agama. Salah satu Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Surakarta, Moh. Zainal Abidin, turut dipercaya sebagai anggota dewan penguji, mencerminkan sinergi pesantren dan Kemenag dalam penguatan mutu pendidikan keagamaan.
Acara ini turut dihadiri oleh Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kemenag Kota Surakarta, Encep Moh. Ilham, KH. Abdul Rozaq Shofawi (Pengasuh PP Al-Muayyad Surakarta), para pengasuh pondok pesantren se-Solo Raya, pimpinan dan perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, Ketua MUI Kota Surakarta, Ketua BAZNAS Kota Surakarta, serta tokoh agama dan masyarakat lainnya.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pesantren sebagai pusat kaderisasi ulama, penguatan moderasi beragama, serta pengembangan Islam yang berakar kuat pada tradisi keilmuan dan nilai kemaslahatan umat. (mza/my)


















