Kota Surakarta (Humas) – Ratusan peserta dari berbagai daerah memadati Gedung Jenderal Sudirman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta pada Sabtu (29/08/2026) untuk mengikuti Grand Final Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Fair 2026. Mengusung tema “World Peace: In Every Peace Will Stand“, ajang tahunan ini tidak hanya menjadi kompetisi prestasi, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk menanamkan nilai-nilai perdamaian, sportivitas, dan persaudaraan sejak dini.
Antusiasme terlihat sejak pukul 07.00 WIB, saat peserta mulai berdatangan dan disambut hangat oleh jajaran guru PK MAN 1 Surakarta. Suasana semakin semarak dengan pameran kaligrafi karya Hasyimi serta beragam booth makanan yang memeriahkan area gedung. Setelah registrasi, rangkaian acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan di auditorium yang berlangsung khidmat, diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Mars MAPK, hingga sambutan yang disampaikan dalam tiga bahasa.
“World Peace: In Every Peace Will Stand” sengaja diangkat menjadi tema sebagai pengingat bahwa perdamaian dunia bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana. Melalui tema ini, para peserta diajak untuk membangun harmoni melalui sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, menjaga persaudaraan, dan menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap kompetisi.

Kegiatan semakin istimewa dengan kehadiran Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pendidikan Vokasi dan Inklusi Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI Anis Masykur, yang merupakan alumni MAPK Surakarta angkatan tahun 1995. Kehadirannya menjadi momen inspiratif bagi peserta. Dalam sambutannya, Anis Masykur mengungkapkan kebanggaannya sebagai bagian dari madrasah yang dikenal dengan MAPK Solo, tempat lahirnya calon-calon kader ulama dan membagikan rahasia mengapa banyak alumni MAPK yang sukses menjadi pemimpin.
“Kuncinya adalah aktif berorganisasi. Karena para pemimpin dulunya adalah orang yang aktif dan berkecimpung di organisasi. Sebuah madrasah bisa disebut maju jika menghasilkan learner yang lahir dari jiwa organisatoris, memiliki keterampilan berorganisasi, dan diajarkan untuk menghindari perpecahan,” jelasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun yang turut hadir, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan MAPK Fair 2026. Ia menegaskan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, memiliki spiritualitas kuat, kreatif, dan peka terhadap lingkungan sosial.
“Madrasah harus menjadi tempat tumbuhnya generasi yang cerdas, berkarakter, memiliki nilai-nilai keagamaan, serta mampu menjawab tantangan zaman. Karena itu, kegiatan seperti MAPK Fair ini harus kita dorong sebagai ruang bagi para peserta didik untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan prestasi terbaiknya,” ujar Ahmad Ulin Nur Hafsun. Ia juga menyoroti pentingnya pesan perdamaian yang diusung, menambahkan bahwa nilai-nilai tersebut harus terus ditanamkan dan tumbuh dari lingkungan madrasah.
Senada dengan hal tersebut, Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin, menyampaikan bahwa MAPK Fair merupakan wujud komitmen madrasah dalam memberikan ruang berekspresi dan berkreasi bagi generasi muda. Menurutnya, kompetisi ini bukan sekadar perebutan juara, melainkan ajang untuk belajar berani tampil, berkompetisi secara sehat, membangun jejaring, dan menghargai kemampuan peserta lain.
“MAPK Fair bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita mendapatkan pengalaman, keberanian untuk tampil, dan belajar berkompetisi secara sportif,” tegas Ahmad Wardimin.

Usai membuka MAPK Fair, Anis Masykur langsung bergeser untuk memimpin rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan madrasah di lantai 3 Gedung Jenderal Sudirman. Rapat strategis tersebut membahas proses kemandirian MAPK, penguatan kelembagaan, serta sinergi pengembangan ke depan. Keterlibatan alumni sekaligus pejabat pusat ini memberikan nilai strategis, sekaligus menegaskan komitmen bersama bahwa MAPK harus terus dijaga dan dikembangkan sebagai lembaga unggul pencetak kader terbaik bangsa.
MAPK Fair 2026 sendiri mempertandingkan sepuluh cabang lomba, mulai dari pidato, khitobah, speech, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), cover song, penulisan esai, kaligrafi, menulis cerpen, desain poster, hingga story telling. Dengan persiapan matang dan semangat membara, seluruh peserta tampil percaya diri menjunjung tinggi sportivitas. Lebih dari sekadar ajang juara, MAPK Fair menjadi ruang perjumpaan, silaturahmi, dan pembentukan karakter. Sebuah bukti nyata bahwa dari MAPK Kota Surakarta, semangat prestasi, kolaborasi, dan perdamaian terus tumbuh untuk menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan berkarakter. (rsd/rmd)




















