Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta terus memperkuat sinergi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memajukan dunia pendidikan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, dalam Konferensi Kerja Cabang (Konkercab) Tahunan II PGRI Cabang Khusus Kementerian Agama Kota Surakarta, di Aula R. Oesman Pudjotomo, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PGRI Kota Surakarta yang diwakili Sekretaris PGRI, Abdul Haris Alamsyah, Ketua Bidang Kaderisasi PGRI Kota Surakarta, Rudi Setiawan, serta jajaran pengurus dan anggota PGRI Cabang Khusus Kemenag Kota Surakarta. Dalam sambutannya, Ketua PGRI Cabang Khusus Kemenag Kota Surakarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta atas dukungan dan fasilitas yang diberikan sehingga kegiatan konferensi kerja dapat terlaksana dengan baik. Saat ini, jumlah anggota PGRI Cabang Khusus Kemenag Kota Surakarta tercatat sebanyak 490 orang.
Ia berharap ke depan semakin banyak guru yang bergabung menjadi anggota PGRI. Menurutnya, organisasi profesi tersebut perlu terus diperkuat agar mampu menjadi wadah perjuangan, komunikasi, dan pengembangan profesionalitas guru. Pelaksanaan konferensi kerja ini juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut Hari Ulang Tahun PGRI Kota Surakarta.

Sementara itu, Sekretaris PGRI Kota Surakarta, Abdul Haris Alamsyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PGRI memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan, perlindungan, dan peningkatan kompetensi guru. Ia juga mengungkapkan bahwa PGRI Jawa Tengah memiliki kekuatan organisasi yang didukung berbagai badan usaha sehingga mampu menopang pelaksanaan program dan kegiatan organisasi. Ia mengapresiasi perkembangan serta capaian program PGRI yang dinilai telah berjalan dengan baik. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PGRI siap memberikan advokasi hukum bagi para guru di Kota Surakarta apabila menghadapi persoalan dalam menjalankan tugas profesinya.
Ke depan, ia berharap sinergi antara PGRI dan berbagai pemangku kepentingan semakin ditingkatkan, khususnya dalam menghadirkan program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia yang lebih berkualitas bagi para guru. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, menyampaikan bahwa profesi guru merupakan sebuah nikmat sekaligus amanah yang menuntut seseorang untuk terus belajar dan mengembangkan diri sepanjang hayat.
Menurutnya, dunia pendidikan menghadapi tantangan yang terus berkembang karena manusia sebagai subjek pendidikan senantiasa mengalami perubahan. Oleh karena itu, guru tidak boleh berhenti belajar dan harus terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjawab kebutuhan zaman.
“Guru itu adalah nikmat, karena setiap hari kita harus belajar, bahkan sampai liang lahat. Yang kita hadapi adalah manusia yang selalu berkembang. Maka, guru juga harus selalu berkembang,” ungkap Ahmad Ulin.

Ia juga menyampaikan bahwa Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi para guru. Untuk itu, dukungan, doa, dan kerja sama dari seluruh insan pendidikan sangat diharapkan agar kualitas pelayanan dan penyelenggaraan pendidikan semakin meningkat. Lebih lanjut, Ahmad Ulin menyoroti perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat pesat. Di satu sisi, kemajuan teknologi memberikan kemudahan dalam memperoleh pengetahuan dan wawasan. Namun, di sisi lain, teknologi juga mempercepat penyebaran berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat.
Menghadapi kondisi tersebut, ia menekankan pentingnya membekali peserta didik dengan dua kemampuan utama, yakni daya nalar kritis dan kekuatan spiritual. Kemampuan berpikir kritis diperlukan agar siswa mampu memilah informasi dan menyikapi berbagai persoalan secara bijak, sedangkan kekuatan spiritual menjadi landasan moral dan karakter dalam menghadapi perkembangan zaman.

Pada kesempatan itu, Ahmad Ulin juga berharap PGRI dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh guru, tempat untuk saling menguatkan, melindungi, dan menjaga. Organisasi profesi hendaknya tidak hanya menjadi wadah administratif, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat dan ruang kebersamaan bagi seluruh anggotanya.
Ia mengajak PGRI melalui seluruh jenjang dan satuan pendidikan untuk terus mengambil peran dalam membangun kemajuan pendidikan. Menurutnya, kolaborasi dan kebersamaan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
Menutup sambutannya, Ahmad Ulin menegaskan kesiapan Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan PGRI dalam memajukan pendidikan, khususnya pendidikan madrasah di Kota Surakarta. Melalui Konferensi Kerja Cabang Tahunan II ini, diharapkan PGRI Cabang Khusus Kemenag Kota Surakarta semakin solid, mampu merumuskan program kerja yang responsif terhadap kebutuhan guru, serta menjadi organisasi profesi yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan profesionalitas pendidik. (Za)


















