Kota Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah yang digelar pada Jumat (19/6/2026) di Auditorium Majeng, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Abu Rokhmad, Kasubdit Lembaga Tilawah dan MTQ Kementerian Agama RI Rifal Ahmad Rangkuty, Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Iwanuddin Iskandar, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab, Ketua Baznas Jawa Tengah KH Ahmad Darodji, Kabag TU Kanwil Kemenag Jawa Tengah Hidayat Maskur, Kabid Penaiszawa Imam Buchori, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, jajaran LPTQ, serta panitia MTQ Nasional Tahun 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal konsolidasi dan penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, mengingat Jawa Tengah dipercaya menjadi tuan rumah ajang keagamaan nasional tersebut.
Dalam arahannya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ Nasional.
“Hari ini kita mengumpulkan seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, termasuk para Ketua LPTQ, agar semuanya mendapatkan arahan terkait persiapan MTQ Nasional. Sebagai tuan rumah, Jawa Tengah harus terus melangkah dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” ujar Saiful Mujab.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, menyampaikan komitmen penuh Kemenag Kota Surakarta untuk mendukung seluruh tahapan persiapan MTQ Nasional sesuai tugas dan peran yang diberikan.
“Kemenag Kota Surakarta siap mendukung seluruh tahapan persiapan sesuai tugas yang diberikan dan kapasitas serta peran yang dimiliki. Sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, LPTQ, lembaga pendidikan keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan penyelenggaraan MTQ yang sukses administrasi, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ahmad Ulin berharap MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi tilawah Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan di tengah masyarakat.
“Kami berharap MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 dapat menjadi etalase kemajuan Jawa Tengah, sekaligus menjadi sarana memperkuat karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan, toleransi, dan kebersamaan. Dari Jawa Tengah, kita ingin menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dilombakan, tetapi juga dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Sebagai informasi, rangkaian persiapan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 akan diawali dengan kegiatan launching yang dijadwalkan pada 25 Juni 2026. Kegiatan tersebut direncanakan akan diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia sebagai penanda dimulainya persiapan menuju penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah.
Melalui koordinasi yang intensif dan kolaborasi seluruh pihak, Jawa Tengah menargetkan keberhasilan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 dengan mengusung semangat “Sukses Penyelenggaraan dan Sukses Prestasi”, sekaligus menghadirkan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan penguatan syiar Al-Qur’an di Indonesia. (Za)
KUA Banjarsari Hadirkan Program “REMIS”, Wadah Kolaborasi dan Toleransi Penyuluh Lintas Agama di Surakarta
Surakarta (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarsari meluncurkan sebuah inovasi baru bernama REMIS (Rembuk Bareng Menuju Harmonis). Program ini...
Selanjutnya
















