Surakarta (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi dan wawasan jurnalistik murid, MTs SA Al Islam Jamsaren mengadakan kegiatan kunjungan edukatif ke Monumen Pers Mangkunegaran Surakarta. Kegiatan ini diikuti oleh para murid dengan penuh antusias sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas yang edukatif dan inspiratif.
Melalui kegiatan tersebut, para murid diajak mengenal lebih dekat sejarah perkembangan pers dan dunia jurnalistik di Indonesia. Selama berada di Monumen Pers Surakarta, murid memperoleh banyak pengetahuan mengenai perjalanan media massa dari masa ke masa, mulai dari koleksi surat kabar lawas, mesin ketik kuno, kamera jurnalistik tempo dahulu, hingga berbagai arsip dan dokumentasi penting perkembangan pers nasional.

Tidak hanya melihat koleksi bersejarah, para murid juga mendapatkan penjelasan mengenai peran pers dalam menyampaikan informasi, menjaga demokrasi, serta pentingnya kemampuan literasi di era digital saat ini. Mereka tampak antusias ketika melihat langsung berbagai alat cetak dan media komunikasi yang digunakan pada masa lampau. Suasana belajar yang berbeda membuat para murid lebih aktif bertanya dan berdiskusi mengenai dunia jurnalistik dan media informasi.
Kepala MTs SA Al Islam Jamsaren, Faizul Kirom, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah madrasah dalam menumbuhkan budaya literasi dan kemampuan berpikir kritis murid sejak dini. “Kami berharap melalui kunjungan ini, murid tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga memahami pentingnya literasi dan jurnalistik di era modern. Kemampuan membaca, menulis, dan menyampaikan informasi dengan baik merupakan bekal penting bagi generasi muda saat ini,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembelajaran di luar kelas seperti ini mampu memberikan pengalaman yang lebih nyata dan menyenangkan bagi murid sehingga materi yang diperoleh menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.
Sementara itu, salah satu murid bernama Azib mengaku senang mengikuti kegiatan kunjungan tersebut karena memberikan banyak pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah ia temui. “Saya jadi tahu bagaimana perkembangan pers dari dulu sampai sekarang. Ternyata alat-alat jurnalistik zaman dulu sangat berbeda dengan sekarang. Kegiatannya seru dan membuat saya lebih tertarik untuk belajar menulis dan membaca berita,” ungkap Azib.
Dalam waktu terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Rifhamdani Agam, memberikan apresiasi terhadap kegiatan literasi yang dilaksanakan MTs SA Al Islam Jamsaren tersebut. Menurutnya, Kementerian Agama terus mendukung berbagai program penguatan literasi di madrasah sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter.
“Literasi tidak hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta menyaring berbagai informasi yang beredar di era digital. Kementerian Agama sangat mendukung kegiatan-kegiatan edukatif seperti ini karena mampu menambah wawasan murid sekaligus menumbuhkan budaya belajar yang positif di lingkungan madrasah,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kemampuan literasi yang baik akan memberikan banyak manfaat positif bagi murid, di antaranya meningkatkan daya pikir kritis, kemampuan komunikasi, kreativitas, serta membentuk kebiasaan belajar yang lebih aktif dan mandiri. Selain itu, literasi juga membantu murid agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menerima informasi di tengah derasnya arus digitalisasi saat ini.
Dengan adanya kegiatan kunjungan edukatif ini, MTs SA Al Islam Jamsaren berharap para murid dapat semakin meningkatkan kemampuan literasi, memperluas wawasan, serta memiliki semangat untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan informasi secara bijak di era digital. (amr/my)




















