Surakarta (Humas) – MA Al-Islam Jamsaren Surakarta menyelenggarakan kegiatan studi lapangan bagi seluruh peserta didik kelas XI (04/02/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran kontekstual yang bertujuan memperkaya wawasan siswa melalui pengalaman belajar langsung di luar lingkungan madrasah. Studi lapangan dilaksanakan dengan mengunjungi dua lokasi edukatif di Kota Semarang, yaitu sentra usaha kuliner Singkong Keju D-9 dan destinasi wisata sejarah Lawang Sewu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XI dengan pendampingan guru, sehingga pelaksanaan berlangsung tertib, aman, dan terarah. Melalui kegiatan ini, madrasah berupaya mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan penguatan karakter, kreativitas, serta wawasan kebangsaan siswa sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Kepala Madrasah, Muchammad Syafii menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam mendukung proses pembelajaran siswa. “Studi lapangan ini dirancang agar peserta didik tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu melihat dan merasakan langsung penerapannya di lapangan. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi belajar serta membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab siswa,” ujarnya. Selama perjalanan menuju Semarang, suasana kebersamaan dan kedisiplinan siswa tetap terjaga dengan baik di bawah pengawasan para guru pendamping.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Singkong Keju D-9, yang dikenal sebagai salah satu pelaku usaha kuliner kreatif di Semarang. Di tempat ini, siswa memperoleh penjelasan mengenai proses produksi, pengelolaan usaha, serta strategi pemasaran produk. Kegiatan ini memberikan pembelajaran kewirausahaan secara langsung dan aplikatif, sehingga siswa dapat memahami peluang usaha sejak dini.
Para siswa tampak antusias mengikuti penjelasan, mengajukan pertanyaan, serta mencatat informasi penting yang disampaikan. Guru pendamping turut mengarahkan diskusi agar pembelajaran berjalan efektif dan selaras dengan tujuan pendidikan madrasah.
Rombongan melanjutkan studi lapangan ke Lawang Sewu, salah satu bangunan bersejarah yang menjadi ikon Kota Semarang. Melalui penjelasan pemandu dan pendampingan guru, siswa mendapatkan pembelajaran sejarah secara langsung terkait latar belakang bangunan, nilai perjuangan bangsa, serta pentingnya menjaga warisan budaya nasional. “Pembelajaran sejarah di situs bersejarah seperti Lawang Sewu diharapkan mampu menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air pada diri siswa,”ujar Syafii di sela-sela kunjungan. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna serta membantu siswa memahami sejarah secara kontekstual, tidak hanya melalui buku pelajaran, tetapi juga melalui pengamatan langsung. Madrasah berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan wawasan, karakter, dan keterampilan siswa. Studi lapangan ini juga menjadi wujud komitmen MA Al-Islam Jamsaren Surakarta dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pembelajaran yang aktif, inovatif, dan berorientasi pada pengalaman nyata. (kkh/my)



















