Surakarta (Humas) – Menindaklanjuti arahan Kementerian Agama mengenai penguatan karakter dalam berinteraksi di media sosial, MTs Muhammadiyah Surakarta menggelar kegiatan edukatif dengan mengajak siswanya nonton bareng (nobar) film berjudul Cyber Bullying di CGV Transmart Pabelan (19/12/2025) bersama dengan Madrasah swasta lain seperti MTs Mujahidin Surakarta, MTs NDM dan beberapa madrasah swasta lainnya. Kegiatan ini dijadwalkan untuk madrasah dibawah naungan Kementrian Agama baik negeri maupun swasta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program bimbingan konseling yang selaras dengan kampanye kemenag tentang pentingnya menjaga etika komunikasi digital di lingkungan madrasah.

Mar’atus Sholikah Isnaini selaku kepala madrasah sangat mendukung program nobar himbauan dari kemenag untuk menonton film Cyber Bullying.kegiatan nonton bareng film cyberbullying ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter peserta didik. Melalui kegiatan ini, madrasah ingin menumbuhkan kesadaran siswa akan dampak negatif perundungan di dunia digital serta membekali mereka dengan sikap bijak, empati, dan tanggung jawab dalam bermedia sosial. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana refleksi bagi peserta didik agar mampu menciptakan lingkungan pergaulan yang aman, saling menghargai, dan berakhlak mulia, baik di dunia nyata maupun dunia digital.
Selain edukasi tentang bullying siswa MTs Muhammadiyah Surakarta juga di edukasi tentang Pemanfaatan Transportasi Publik karena kegiatan ini diikuti oleh Kelas 7. Transportasi yang digunakan siswa menuju ke CGV Transmart adalah Batik Solo Trans (BST) koridor 1. Anak-anak sangat antusias saat melakukan pembayaran dengan menggunakan kartu. Kegiatan ini juga selaras dengan program madrasah Ramah Transpirtasi Umum (RTU).
Setibanya di lokasi siswa diarahkan oleh penanggung jawab pihak CGV menuju lift untuk naik ke lantai 5 kemudian masuk ke studi 3. Selama pemutaran film semua peserta nobar baik siswa maupun guru pendamping dari berbagai madrasah swasta tampak fokus menyaksikan film yang sedang diputar.

Edy Hariyanto selaku pendamping berharap kegiatan ini bermanfaat untuk para siswa. “Kami ingin siswa memahami bahwa apa yang mereka tulis di media sosial memiliki dampak nyata. Melalui film ini, mereka belajar empati. Disisi lain, naik BST mengajarkan mereka kedisiplinan dan budaya antri,” ujarnya.
Ihsan Al Faruq salah satu siswa MTs Muhammadiyah Surakarta yang kebetulan duduk paling depan saat menyaksikan film merasa sangat senang dapat nobar bersama teman temannya. “Filmnya sangat menegangkan, tapi saya senang bisa nonton bersama teman teman, bisa naik BST juga. Semoga lain kali bisa nobar lagi,” harapnya.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Surakarta, Rifhamdani Agam memberikan apresiasinya untuk kegiatan nobar yang dilaksanakan oleh MTs Muhammadiyah Surakarta. “Alhamdulillah kami ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh jajaran dari Mts Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan kesempatan kepada anak didiknya untuk nobar cyber bullying, ini bukan hanya sekedar nobar saja, tetapi terdapat edukasi yang sangat penting bagi seluruh siswa, dimana efek buruk bagi anak tentang perundungan (bullying) sehingga besar manfaatnya agar tidak terjadi bullying Lagi di madrasah baik sekarang maupun dimasa datang.” harapnya. (hr/my)

















