Kota Surakarta (Humas) – Dalam upaya memperkuat komitmen sebagai sekolah peduli lingkungan, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta secara resmi menjalin kerja sama dengan Bank Sampah Katon Semilak Gebang, Banjarsari, Kota Surakarta. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini dilaksanakan di Ruang Lobby MAN 1 pada Sabtu (17/1/2026).
Kerja sama strategis ini ditandatangani langsung oleh Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin dan Ketua Bank Sampah Katon Semilak Karyanto. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah pengembangan sistem pengelolaan sampah anorganik di lingkungan madrasah.
Program kolaborasi ini bukan sekadar pengelolaan limbah rutin, melainkan langkah terintegrasi untuk meningkatkan kompetensi seluruh warga madrasah. Berdasarkan dokumen perjanjian, ruang lingkup kerja sama ini meliputi peningkatan kapasitas, pengetahuan, keterampilan, dan perubahan perilaku warga madrasah terhadap pengelolaan sampah anorganik. Target utama mendukung visi MAN 1 Surakarta dalam meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Salah satu poin yang menarik adalah penerapan program menabung sampah bagi warga madrasah. Melalui program ini, sampah anorganik yang dihasilkan akan dipilah, dikumpulkan, dan dikonversi menjadi nilai tabungan.
Pihak Bank Sampah Katon Semilak juga berkomitmen untuk memberikan pembinaan serta pendidikan teknis terkait pemilahan dan pengelolaan lingkungan secara berkala kepada para siswa dan staf pengajar.
Ahmad Wardimin menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian integral dari visi madrasah untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter peduli lingkungan.
“Kerja sama ini didorong oleh rasa tanggung jawab kami untuk mengembangkan kepedulian warga madrasah dalam pengelolaan sampah. Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa dan staf memiliki perilaku yang tepat terhadap sampah anorganik agar target kita mencapai predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri segera terwujud,” ujar Ahmad Wardimin di sela-sela kegiatan penandatanganan.
Di sisi lain, Karyanto menyambut baik antusiasme MAN 1 Surakarta. Ia menekankan pentingnya sinergi dalam menciptakan ekosistem lingkungan yang sehat di lingkungan sekolah.
“Kami hadir untuk memfasilitasi program pembinaan serta memberikan pendidikan dan pelatihan mengenai pemilahan sampah. Fokus kami adalah membantu madrasah menyusun program pengelolaan lingkungan yang mampu menciptakan pola pikir dan budaya berwawasan lingkungan melalui program menabung sampah yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan MAN 1 Surakarta dapat menjadi pelopor madrasah hijau di Jawa Tengah yang mampu mengelola limbahnya secara mandiri dan bernilai guna. (rsd/rmd)















