Surakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta memperkuat sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo dan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam meningkatkan literasi keuangan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Kepala OJK Solo, Mohammad Mufid dengan Kepala Kankemenag Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun beserta jajaran Kasi/Penyelenggara, Kamis (20/8/2026), di Ruang Kepala Kantor.
Mufid hadir didampingi Heri Santosa, Kepala Bagian Pengawasan PPUJK, EPK dan LMS OJK Solo dan Kepala Cabang BSI Slamet Riyadi 2, Fakhrurozi. Dalam audiensi tersebut, Mufid menyampaikan bahwa rendahnya literasi keuangan masih menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian di masyarakat, termasuk di Kota Surakarta.
Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga diperlukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan dan mampu menghindari praktik keuangan yang merugikan.
“Langkah kolaborasi adalah untuk penguatan edukasi dan advokasi. BSI yang telah menjadi BUMN dapat menjadi mesin pemerintah untuk pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan,” ujar Mufid.
Menanggapi hal tersebut, Ahmad Ulin menyatakan kesiapan Kankemenag Surakarta untuk bersinergi dengan OJK dan BSI melalui berbagai program yang telah berjalan. Ia menyebut sejumlah program seperti BRUS, BRUN, Keluarga Sakinah, GEMARI, dan SRAWUNG dapat menjadi ruang edukasi dan penguatan wawasan masyarakat.
“Gayung bersambut, Kemenag siap bersinergi memberikan wawasan kepada masyarakat melalui berbagai program yang kami miliki,” kata Ahmad Ulin.
Ia menegaskan, sasaran kolaborasi tidak hanya terbatas pada pegawai internal dan penyuluh agama, tetapi juga tokoh agama, guru, siswa, santri, serta masyarakat Kota Surakarta secara luas.
Audiensi juga membahas pemberdayaan rumah ibadah, khususnya bagaimana masjid dapat memberikan dampak positif dan menjadi pusat pemberdayaan bagi jamaah serta masyarakat di sekitarnya. Sejalan dengan itu, BSI menyampaikan program Masjid Berdaya Berdampak serta pembinaan ekonomi umat berbasis masjid.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan, kepedulian lingkungan, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan. (may)















