Surakarta (Humas) – Dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mencegah stunting sejak dini, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarsari berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta serta Puskesmas Gambirsari menyelenggarakan Bimbingan Pranikah Klasikal dan Sosialisasi Program Sultanikah Capingan (Konseling Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Gizi bagi Calon Pengantin).
Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (12/8/2026) di Ruang Balai Nikah KUA Banjarsari dan diikuti oleh 13 pasangan calon pengantin (catin). Kegiatan menghadirkan sejumlah pemateri yang memberikan pembekalan dari berbagai aspek, mulai dari kesiapan mental dan spiritual, hukum serta administrasi pernikahan, hingga kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, turut hadir sebagai salah satu pemateri. Dalam materinya, ia menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar seremoni, melainkan ibadah sekaligus mitsaqan ghalizha atau perjanjian yang kokoh. Oleh karena itu, calon pengantin perlu mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
“Pernikahan adalah ibadah dan mitsaqan ghalizha, perjanjian yang kokoh. Karena itu, kesiapan yang perlu ditanyakan bukan sekadar ‘siap menikah’, tetapi ‘siapkah saya menjadi suami atau istri dan membangun keluarga bersama?’,” ujar Ahmad Ulin.
Ia menjelaskan bahwa keluarga sakinah membutuhkan fondasi yang kuat. Lima hal yang perlu menjadi bekal pasangan dalam membangun rumah tangga adalah komitmen, komunikasi, kepercayaan, kerja sama, dan ketakwaan.
“Suami dan istri adalah partner dalam membangun keluarga. Keduanya perlu saling melengkapi dengan komitmen, komunikasi, kepercayaan, kerja sama, dan ketakwaan,” jelasnya.
Ahmad Ulin juga mengingatkan calon pengantin bahwa masing-masing pasangan membawa latar belakang keluarga, pola asuh, kebiasaan, serta cara berkomunikasi yang berbeda. Perbedaan tersebut perlu disikapi dengan membangun kesepakatan baru dalam keluarga yang akan mereka bentuk.
“Jangan hanya membawa pola keluarga asal ke dalam rumah tangga. Setelah menikah, yang perlu dibangun adalah ‘di keluarga kita akan bagaimana’. Di situlah pasangan belajar berkomitmen dan membangun keluarga bersama,” pesannya.
Selain Ahmad Ulin, Kepala KUA Banjarsari, Sugiyat, memberikan materi mengenai aspek hukum dan prosedur administrasi pernikahan, termasuk hak dan kewajiban suami istri. Pembekalan tersebut diharapkan memberikan pemahaman kepada calon pengantin mengenai tanggung jawab yang akan dijalankan setelah memasuki kehidupan berumah tangga.
Dari aspek kesehatan dan pencegahan stunting, perwakilan DP3AP2KB Kota Surakarta, Laili Hikmawati, memaparkan Program Sultanikah Capingan sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan calon pengantin, khususnya dari sisi kesehatan dan pemenuhan gizi.
Materi tersebut diperkuat oleh Riska Aprilia dari Puskesmas Gambirsari yang memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan anemia, skrining pranikah, serta pentingnya perencanaan kehamilan yang sehat.
Sebagai bentuk aksi nyata dalam mendukung pemenuhan gizi calon pengantin, DP3AP2KB Kota Surakarta juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa telur kepada seluruh peserta. Pemberian sumber protein tersebut sekaligus menjadi edukasi mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi sejak sebelum kehamilan.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang tidak hanya siap secara mental dan spiritual, tetapi juga sehat secara fisik. Melalui pembekalan yang diberikan, para calon pengantin diharapkan mampu mempersiapkan kehidupan rumah tangga secara lebih matang sehingga dapat mewujudkan keluarga yang sakinah serta turut mendukung terwujudnya generasi Kota Surakarta yang sehat dan bebas stunting.(Za)
Kawal Target dan ASTAPROTAS, Kemenag Surakarta Dorong Kinerja Berdampak
Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta menyelenggarakan rapat kerja di Aula R. Oesman Pudjotomo, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut...
Selanjutnya












