Surakarta (Humas) – Sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan terhadap satuan pendidikan madrasah, Kementerian Agama Kota Surakarta terus mendorong hadirnya kegiatan-kegiatan yang menunjang peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Salah satu bentuk implementasi pembinaan tersebut tercermin dalam kegiatan Rihlah dan Rekreasi Keluarga Besar MTs Muhammadiyah Surakarta yang dilaksanakan di kawasan Wisata Merapi Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (20/12/2025).
Kegiatan rihlah yang menjadi agenda tahunan madrasah ini diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan sebagai sarana penyegaran mental, penguatan kebersamaan, serta pengembangan soft skills pendukung profesionalisme guru. Melalui wisata edukatif Lava Tour Merapi dengan armada jeep, peserta diajak menjelajahi sejumlah destinasi yang sarat nilai reflektif dan kebersamaan, diawali dari kawasan The Lost World Park, yang menyuguhkan panorama alam Merapi yang sejuk dan menenangkan, dilanjutkan ke Museum Sisa Hartaku sebagai ruang pembelajaran kontekstual tentang kebencanaan, ketangguhan, dan nilai kemanusiaan. Kegiatan ditutup dengan manuver sungai di Kali Kuning, yang menghadirkan pengalaman kebersamaan penuh tantangan dan semangat kolaborasi.
Kepala MTs Muhammadiyah Surakarta, Mar’atus Sholikah Isnaini, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi dan pemulihan semangat bagi seluruh warga madrasah. “Rihlah Offroad Merapi menjadi momentum pause to refresh bagi keluarga besar madrasah. Kami berharap seluruh pendidik kembali dengan energi baru, inspirasi positif, dan semangat Return to Inspire untuk meningkatkan dedikasi dalam mendidik dan melayani peserta didik,” ujarnya.
Sejalan dengan tema PAUSE TO REFRESH, RETURN TO INSPIRE (Sejenak Menepi, Kembali untuk Menginspirasi), Kementerian Agama Kota Surakarta memandang kegiatan rihlah sebagai bagian dari ikhtiar strategis madrasah dalam menjaga keseimbangan kinerja, kesehatan mental, dan keharmonisan hubungan kerja antar pendidik dan tenaga kependidikan, yang pada akhirnya berdampak langsung pada mutu layanan pendidikan.
Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Surakarta, Sri Hartati, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan guru merupakan fondasi penting dalam keberhasilan pendidikan. “Guru yang bahagia akan mentransfer ilmu dengan lebih optimal. Kegiatan rihlah seperti ini menjadi program positif untuk mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi, dan membangun kolaborasi antar warga madrasah. Hubungan kemitraan yang harmonis adalah pondasi utama dalam menyukseskan pendidikan di madrasah,” tuturnya.
Melalui pembinaan yang holistik dan berkelanjutan, Kementerian Agama Kota Surakarta berkomitmen untuk terus mendorong madrasah menghadirkan inovasi kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, kesejahteraan guru, dan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh. (hfdz/my)



















