Kota Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Surakarta menjadi tuan rumah Rapat Dewan Penasihat Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) pada Rabu (12/11/2025). Bertempat di Aula Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT), rapat ini dihadiri jajaran pengurus dan anggota FKUB, bserta Dewan Penasihat lainnya, meneguhkan komitmen kolektif untuk memperkuat kerukunan umat beragama di Kota Surakarta.
Jalannya rapat, dipimpin langsung oleh Ketua FKUB Kota Surakarta KH. M. Mashuri, yang secara khusus membedah tiga pilar, yaitu strategi moderasi melalui silaturahmi, sosialisasi, edukasi, dan diskusi; dukungan penuh Pemerintah Kota; serta evaluasi Program Kerja FKUB Tahun 2025. Kehadiran Kepala Kankemenag Ahmad Ulin Nur Hafsun, Kabag Kesbangpol Agus Santoso dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surakarta adalah Andriyani Sasanti sebagai dewan penasihat, meski Wakil Wali Kota Astrid Widayani berhalangan hadir karena sedang menunaikan ibadah umrah, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung agenda ini.

Ahmad Ulin Nur Hafsun, mengawali sambutan dengan menyampaikan kabar membanggakan. “Alhamdulillah, kami mohon doa restunya untuk Kota Surakarta, karena kemarin kami membersamai Bakesbangpol menerima kunjungan PKUB dan tim penilai Harmony Awards, sehubungan dengan masuknya Surakarta dalam nominasi tiga besar Harmony Awards tingkat nasional. Hal ini berdasarkan penilaian independen tim peneliti Universitas Indonesia,” papar Ahmad Ulin Nur Hafsun, disambut apresiasi dari seluruh peserta rapat.
Tak berhenti di situ, Ahmad Ulin Nur Hafsun juga menyampaikan layanan yang tidak kalah penting yaitu tentang Jaminan Produk Halal sebagai upaya perlindungan konsumen. Ia menekankan secara umum, terdapat dua jenis kategori permohonan Sertifikat Halal, yaitu self declare dan reguler. Selain itu, terobosan yang turut dipaparkan olehnya adalah Program Gerakan Rumah Ibadah Berseri Solo (GEMARI Solo) yang digagas oleh para Penyuluh Agama Lintas Agama Kota Surakarta yang tergabung dalam wadah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Surakarta.
Momentum nominasi Harmony Awards ini langsung disambut antusias oleh Agus Santoso. “Atas nama Pemerintah Kota Surakarta, kami memohon dukungan dan doa dari segenap jajaran FKUB agar Surakarta dapat melengkapkan prestasi ini dengan meraih juara pertama,” pintanya, menyuntikkan semangat kolaborasi untuk mencapai target tertinggi.

Usai sambutan, rapat dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis dan menghasilkan solusi praktis atas berbagai persoalan umat. Pertanyaan mengenai kejelasan regulasi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang dahulu dikenal sebagai Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dijawab tuntas oleh Kepala DPMPTSP, Andriyani Sasanti. “Masyarakat dapat mengakses seluruh informasi terbaru secara lengkap dan gratis di Mal Pelayanan Publik (MPP), khususnya di loket Dinas PUPR,” jelasnya.
Pertanyaan lain yang mencuat adalah menyangkut efektivitas pendampingan Sertifikasi Halal. Dengan data yang akurat, Ahmad Ulin Nur Hafsun menanggapi, “Hingga 15 September 2025, Kankemenag Kota Surakarta telah melakukan 224 pendampingan proses Sertifikasi Halal, sebuah bukti komitmen kami untuk mendukung ekosistem usaha yang halal dan berkualitas di Solo karena memberikan sosialisasi hingga layanan pendampingan masih menjadi kewajiban kami.”
Pembahasan kemudian mengerucut pada upaya strategis membina generasi muda. Menanggapi pertanyaan tentang optimalisas peran remaja untuk menghidupkan rumah ibadah, kembali disampaikan solusi oleh Ahmad Ulin Nur Hafsun, dengan mengenalkan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), sebuah kolaborasi antara Seksi Bimas Islam dan IPARI.

Melalui program BRUS, remaja usia sekolah tidak hanya dibekali dengan ketahanan diri dari pengaruh negatif, tetapi juga didorong untuk aktif menghidupkan kegiatan keagamaan. “Kami berharap BRUS mampu mencetak generasi yang tidak hanya religius, tetapi juga peka terhadap lingkungan sosial dan alam sekitarnya,” tegas Ahmad Ulin Nur Hafsun tentang visi program tersebut.
Sinergi yang terpupuk dalam rapat ini diharapkan menjadi akselerator bagi tercapainya seluruh program kerukunan umat beragama di tahun 2025. Kolaborasi yang erat antara unsur agama, pemerintah, dan masyarakat ini bukan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi lebih penting lagi, untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan beragama yang harmonis dan rukun di Kota Surakarta. (rmd)




















