Surakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta mendorong penguatan kompetensi sains dan teknologi di kalangan generasi muda madrasah. Pesan tersebut disampaikan dalam ajang CRESCENTA 2026 yang digelar di Gedung Ki Hadjar Dewantara MAN 1 Surakarta, Minggu (6/9/2026).
CRESCENTA merupakan kompetisi sains dan teknologi tahunan yang diselenggarakan Organisasi Pelajar Boarding School (OPBS) MAN 1 Surakarta. Ajang ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berinovasi, sekaligus memecahkan persoalan nyata melalui bidang sains, robotika, teknik, pemrograman, matematika, dan teknologi.
Mewakili Kepala Kankemenag Kota Surakarta, Kasubbag Tata Usaha, Bagus Sigit Setiawan, didampingi Kasi Pendidikan Madrasah, Rifhamdani Agam, menyampaikan bahwa kompetisi seperti CRESCENTA memiliki peran penting dalam membangun generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Ajang kompetisi dan kreasi di bidang sains dan teknologi seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan semangat berpikir kritis, kreatif, dan inovatif di kalangan siswa madrasah,” ujarnya saat membacakan sambutan Kepala Kankemenag Kota Surakarta.
Menurutnya, penguatan sains dan teknologi sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam mencetak generasi yang memiliki keseimbangan antara penguasaan ilmu agama dan kompetensi pengetahuan serta teknologi.

“Hal ini sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga kompeten dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagaimana yang menjadi ciri khas Boarding School Sains Riset di MAN 1 Surakarta ini,” lanjutnya.
Bagus menambahkan, CRESCENTA tidak semata-mata menjadi ajang untuk mencari juara. Lebih dari itu, kompetisi tersebut merupakan ruang pembelajaran bagi siswa untuk berani mengamati persoalan, mencari solusi, mencoba gagasan, dan menghasilkan karya.
“Menang atau belum menang bukan yang utama. Yang penting adalah keberanian ananda untuk mencoba dan terus belajar. Kepada seluruh peserta, tunjukkan karya terbaik kalian dengan gembira,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia CRESCENTA 2026, Anggito Abimanyu, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kemampuan berpikir kritis dan semangat inovasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Mengusung tema “Empowering Scientific Innovation and Technology as Catalyst for Transformative Civilization”, CRESCENTA 2026 menegaskan bahwa perkembangan sains dan teknologi diharapkan tidak berhenti pada penciptaan sesuatu yang baru, tetapi mampu menjadi katalisator perubahan dan kemajuan peradaban.
“Kemajuan teknologi akan menjadi lebih berarti apabila diiringi dengan kemampuan manusia untuk berpikir kritis dan berinovasi. Melalui CRESCENTA 2026 ini, kami ingin memberikan ruang bagi para generasi muda untuk berani berpikir dan berani untuk mencoba,” ungkap Anggito.
Hadir pula Pengawas Madrasah, Sri Hartati yang menyampaikan syukurnya dan merupakan kebanggaan bagi Kementerian Agama Kota Surakarta khususnya MAN 1 Surakarta dengan agenda tahunan ini. “Mengadakan kegiatan yang mewadahi bakat anak-anak di bidang sains dan riset, dan dengan banyaknya peserta yang mengikuti menunjukkan bahwa animo murid terhadap sains dan riset meningkat dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
CRESCENTA 2026 diikuti siswa SMP/MTs dan SMA/MA/SMK sederajat dari wilayah Jawa dan Bali. Tahun ini terdapat tujuh kategori yang diperlombakan, yakni Olimpiade Matematika, Olimpiade Sains, Lomba Cerdas Cermat, Robosoccer, Robo Maze Solving, Projek Inovasi, dan Esai Saintifik.
Kepala MAN 1 Surakarta, Wardimin, dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan berbagai prestasi yang telah ditorehkan MAN 1 Surakarta. Ia menjelaskan bahwa pengembangan bidang sains di madrasah tersebut telah dimulai sejak 2004 dan terus dikembangkan hingga saat ini. Adapun MTs Negeri Surakarta 1 berhasil tampil sebagai Juara Umum CRESCENTA 2026.
Bagus Sigit secara pribadi menekankan bahwa ilmu merupakan warisan yang sangat berharga bagi keberlangsungan generasi dan madrasah. Ia mengutip sebuah hikmah Arab, “Al-ilmu afdholu kholafin, wal-‘amalu bihi akmalu syarafin”, yang bermakna bahwa ilmu adalah sebaik-baik warisan, sedangkan mengamalkannya merupakan kemuliaan yang paling sempurna. “Warisan yang dapat menjadi penentu keberhasilan dan keberlanjutan madrasah adalah ilmu,” pungkasnya.
Melalui CRESCENTA 2026, Kemenag Surakarta berharap semangat belajar, berinovasi, dan berkompetisi secara sehat terus tumbuh di kalangan pelajar. Generasi muda madrasah diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta solusi dan inovasi bagi masyarakat serta peradaban di masa depan. (may)
















