Surakarta (Humas) – Bank Indonesia (BI) Solo terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Surakarta melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Syekaten 2026 yang digelar di Solo Square, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemberdayaan UMKM sekaligus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Surakarta.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Syekaten 2026. Menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan oleh BI Solo tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, khususnya melalui pemberdayaan UMKM.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Syekaten yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Solo sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Surakarta, khususnya melalui pemberdayaan pelaku UMKM,” ujar Ahmad Ulin.
Menurut Ahmad Ulin, Syekaten tidak hanya memiliki dimensi tradisi dan budaya yang kuat, tetapi juga dapat menjadi ruang strategis untuk mempertemukan nilai-nilai keagamaan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa penguatan ekonomi syariah tidak cukup hanya berbicara tentang produk halal atau transaksi keuangan syariah. Ekosistemnya perlu dibangun secara utuh, mulai dari literasi dan edukasi masyarakat, sertifikasi halal, penguatan kapasitas UMKM, akses pembiayaan, digitalisasi, hingga perluasan pasar.
“Di sinilah pentingnya kolaborasi. Kementerian Agama siap bersinergi dengan Bank Indonesia, pemerintah daerah, lembaga keuangan, ormas keagamaan, pesantren, masjid, serta para pelaku UMKM untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ahmad Ulin menambahkan, Kementerian Agama Kota Surakarta berupaya mendorong agar UMKM di wilayah Surakarta tidak hanya mengalami peningkatan dari sisi omzet, tetapi juga semakin kuat dari berbagai aspek pendukung usaha.
“Kami ingin UMKM di Surakarta tidak hanya naik kelas dari sisi omzet, tetapi juga semakin kuat dari sisi legalitas, kehalalan produk, tata kelola usaha, literasi keuangan, dan akses pasar,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Ahmad Ulin mengajak seluruh pelaku UMKM, khususnya UMKM binaan masyarakat dan komunitas keagamaan, untuk memanfaatkan momentum Syekaten 2026 dengan sebaik-baiknya.
“Karena itu, kami mengajak seluruh pelaku UMKM, khususnya UMKM binaan masyarakat dan komunitas keagamaan, untuk memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya. Mari kita bangun ekonomi Surakarta yang kuat, halal, inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pada potensi masyarakat sendiri,” pungkasnya.(Za)
Perkuat Integritas dan Profesionalitas, MAN 1 Surakarta Gelar Pembinaan Guru dan Karyawan
Surakarta (Humas) - Integritas menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun madrasah yang profesional dan berkarakter. Hal tersebut ditegaskan dalam...
Selanjutnya













