Kota Surakarta (Humas) – Semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya dirayakan dengan upacara atau perlombaan saja. Di Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, para pendidik usia dini berbasis nilai keagamaan memilih cara unik dan penuh energi untuk memaknai hari bersejarah ini. Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Banjarsari menggelar kegiatan Senam Bersama dan Jalan Sehat yang berlangsung meriah, mengubah halaman terbuka Masjid Al-Wustho yang berada dekat dengan kawasan Keraton Mangkunegaran menjadi lautan semangat kebersamaan pada Sabtu (15/08/2026) pagi.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 90 orang yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Guru Raudhatul Athfal (RA) se-Kecamatan Banjarsari. Berbalut semangat kemerdekaan dan nuansa pakaian olahraga bernuansa merah putih, para peserta berkumpul sejak pagi hari untuk mengikuti seluruh rangkaian acara.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan senam kebugaran bersama yang dipandu oleh instruktur. Gerakan-gerakan dinamis itu seolah menjadi pelepas penat dari rutinitas mengajar sehari-hari. Setelah tubuh terasa segar dan bugar, kegiatan dilanjutkan dengan jalan santai mengelilingi Keraton Mangkunegaran. Suasana akrab tercipta saat para guru berjalan berdampingan, sesekali bersenda gurau, menjadikan momen ini lebih dari sekadar olahraga.

Ketua IGRA Kecamatan Banjarsari Suryani Wulandari, menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang untuk menepis kesan perayaan yang monoton. Menurutnya, momen kemerdekaan adalah waktu yang tepat untuk merekatkan ikatan emosional antar pendidik yang selama ini mungkin terkendala kesibukan masing-masing di sekolah.
“Melalui kegiatan senam dan jalan sehat ini, kami ingin menumbuhkan jiwa yang sehat, bugar, serta memperkuat solidaritas dan kebersamaan antar kepala dan guru RA se-kecamatan Banjarsari. Guru yang sehat dan bahagia tentu akan membawa energi positif bagi pembelajaran anak-anak di sekolah,” ujar Suryani Wulandari.
Puncak kemeriahan tidak berhenti pada keringat dan langkah kaki. Panitia menyiapkan berbagai doorprize menarik yang menjadi kejutan bagi para peserta. Setelah lelah bergerak, suasana hangat kembali tercipta saat mereka menikmati sarapan bersama dan sesi ramah tamah. Di sanalah obrolan-obrolan ringan tentang tantangan mendidik anak usia dini mengalir, sekaligus menjadi ruang konsultasi informal antar sesama guru.

Melalui semangat kemerdekaan ini, para guru RA di Kecamatan Banjarsari berkomitmen untuk terus bergerak bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membina karakter anak usia dini yang berakhlaqul karimah. Mereka percaya, bahwa fondasi bangsa yang kuat dimulai dari tangan-tangan lembut para guru yang mendidik generasi emas di usia paling fundamental.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini pun ditutup dengan doa bersama, berharap semangat kemerdekaan tidak hanya menyala di bulan Agustus, tetapi terus membakar dedikasi para pendidik sepanjang tahun. Di tengah hiruk-pikuk kota Solo, para guru ini membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan yang bermakna bisa dimulai dari langkah kecil, sehat, dan penuh kebersamaan. (frd/rmd)




















