Kota Surakarta (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta pada Rabu (19/08/2026), menerima kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Implementasi Ekoteologi dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang didampingi Duta Ekoteologi Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi ekoteologi di lingkungan madrasah.
Kunjungan Monev yang dipimpin oleh Junaidi, mendapat sambutan yang hangat dari jajaran MAN 1 Surakarta yang diwakili oleh Wakil Kepala Hubungan Masyarakat (Waka Humas) Siti Nurjanah dengan dampingan Tim Adi Wiyata MAN 1 Surakarta. Siti Nurjanah menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan monev yang dilakukan Tim BDK Semarang dan Kankemenag Kota Surakarta. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi madrasah untuk mendapatkan masukan sekaligus memperkuat komitmen dalam mengembangkan budaya peduli lingkungan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan Tim Monev BDK Semarang dan Kementerian Agama Kota Surakarta. Bagi MAN 1 Surakarta, kegiatan ini bukan hanya menjadi bagian dari monitoring, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kami untuk melakukan refleksi dan mendapatkan masukan dalam mengembangkan implementasi ekoteologi di madrasah,” ujar Siti Nurjanah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari pendidikan karakter di madrasah. Nilai-nilai keagamaan perlu diwujudkan dalam perilaku nyata, termasuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kami ingin nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada pemahaman atau slogan, tetapi benar-benar menjadi budaya yang dilakukan oleh seluruh warga madrasah. Hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah plastik, memilah sampah, dan mengelola sampah dengan baik merupakan bagian dari pembiasaan karakter yang terus kami dorong,” tambahnya.
Selama kunjungan, Tim Monev meninjau langsung berbagai fasilitas pendukung kepedulian lingkungan, termasuk kotak donasi sampah botol plastik, sarana biopori, dan pengolahan air. Keberadaan kotak donasi tersebut menjadi bukti nyata upaya madrasah mendorong warga untuk memilah dan mengelola sampah agar tidak sekadar menjadi limbah, melainkan memiliki nilai kemanfaatan.

Junaidi menegaskan bahwa monev implementasi ekoteologi tidak semata-mata melihat aspek administratif, tetapi sejauh mana nilai kepedulian terhadap lingkungan benar-benar diterapkan dalam kehidupan madrasah. “Ekoteologi bukan hanya berbicara tentang teori dan pemahaman keagamaan terhadap lingkungan, tetapi bagaimana nilai tersebut diwujudkan dalam perilaku sehari-hari,” ungkapnya.
“Yang terpenting adalah keberlanjutan. Program lingkungan jangan hanya berjalan ketika ada kegiatan tertentu, tetapi menjadi budaya yang dilakukan bersama oleh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik,” tambah Junaidi.
Sementara itu, Koordinator Tim Adiwiyata MAN 1 Surakarta Nurul Janah menyampaikan bahwa implementasi ekoteologi menjadi bagian dari upaya madrasah membangun karakter warga yang peduli lingkungan. Menurutnya, bagi MAN 1 Surakarta, implementasi ekoteologi menjadi bagian dari upaya membangun karakter warga madrasah. Karena menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan perlu ditanamkan melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Harapannya, anak-anak tidak hanya mengetahui bahwa menjaga lingkungan itu penting, tetapi mereka benar-benar mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dari hal-hal sederhana seperti memilah sampah dan mengurangi sampah plastik, kita ingin membangun karakter peduli lingkungan yang lebih kuat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa monev menjadi kesempatan penting bagi MAN 1 Surakarta untuk mendapatkan masukan dan evaluasi guna meningkatkan berbagai program kepedulian lingkungan yang telah berjalan.
“Kami tentu sangat terbuka terhadap masukan dan evaluasi. Monev ini menjadi bahan bagi kami untuk melihat apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang masih perlu diperkuat sehingga implementasi ekoteologi di MAN 1 Surakarta dapat semakin optimal,” pungkasnya.
Kunjungan Tim Monev BDK Semarang didampingi Kankemenag Kota Surakarta diharapkan dapat memberikan masukan konstruktif bagi MAN 1 Surakarta untuk terus memperkuat implementasi ekoteologi sekaligus mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan. (rsd/rmd)
















