Surakarta (Humas) — Kementerian Agama Kota Surakarta mendukung pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GEMAS) sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara keluarga dan madrasah dalam membangun karakter peserta didik. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan GEMAS di berbagai madrasah di Kota Surakarta, salah satunya di MTsN Surakarta 1 yang menggelar kegiatan tersebut dalam rangkaian MATAMUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah) Tahun Pelajaran 2026/2027 pada 13–15 Juli 2026.
Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Rifhamdani Agam mengatakan bahwa GEMAS merupakan momentum untuk meneguhkan peran keluarga sebagai mitra strategis madrasah dalam mendampingi tumbuh kembang anak. “Kehadiran ayah di hari pertama sekolah bukan sekadar mengantar, tetapi menjadi simbol dukungan moral dan emosional kepada anak. Kami berharap budaya ini tumbuh di seluruh madrasah karena keterlibatan orang tua menjadi salah satu kunci keberhasilan pendidikan dan penguatan karakter peserta didik,” ujarnya.
Suasana hangat dan penuh kebahagiaan pun terasa sejak pagi di halaman MTsN Surakarta 1. Para ayah datang bersama putra-putri mereka untuk mengawali perjalanan pendidikan di jenjang madrasah tsanawiyah. Momen kebersamaan terlihat saat para ayah berjalan berdampingan menuju gerbang madrasah. Sebelum berpisah, para peserta didik menyalami dan mencium tangan ayah mereka sebagai bentuk penghormatan dan doa restu sebelum mengikuti rangkaian kegiatan MATAMUDA.
Pelaksanaan GEMAS tidak hanya menjadi simbol kebersamaan antara orang tua dan anak, tetapi juga memiliki makna yang lebih luas. Kehadiran ayah pada hari-hari awal sekolah diharapkan mampu membangun rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri peserta didik, serta memberikan dukungan emosional yang berdampak positif terhadap kesehatan mental anak. Dengan perhatian dan pendampingan dari keluarga, peserta didik diharapkan lebih siap beradaptasi dengan lingkungan baru, menjalin pertemanan, dan mengikuti seluruh rangkaian MATAMUDA dengan semangat.
Dalam kesempatan tersebut, Tim Jurnalistik MTsN Surakarta 1 mewawancarai Heri Wibowo, wali murid kelas 7B yang turut mengikuti kegiatan GEMAS. Ia mengaku senang dapat mendampingi putranya memasuki lingkungan madrasah pada hari pertama sekolah.
“Saya berharap anak saya tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, taat beribadah, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Semoga madrasah dapat memberikan bekal ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat pondasi keislamannya,” tutur Heri.
Ia juga menambahkan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua dan madrasah. Menurutnya, komunikasi yang baik dan kolaborasi yang erat antara guru, orang tua, dan seluruh warga madrasah akan menciptakan lingkungan belajar yang positif sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal, baik dari sisi akademik, karakter, maupun spiritual.
Melalui pelaksanaan GEMAS, MTsN Surakarta 1 menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antara keluarga dan madrasah. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian MATAMUDA 2026, tetapi juga menjadi budaya positif yang terus ditumbuhkan di lingkungan madrasah. Dengan dukungan orang tua, khususnya keterlibatan ayah sejak hari pertama sekolah, madrasah optimistis dapat mencetak generasi yang berakhlakul karimah, berprestasi, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (dna/my)

















