Kota Surakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta melaksanakan penyembelihan dua ekor sapi kurban di halaman Masjid Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta pada Kamis (28/05/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh ASN Kankemenag Kota Surakarta yang turut bergotong royong dalam proses penyembelihan, pengolahan, hingga pendistribusian daging kurban.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, panitia kurban menyiapkan pengelolaan limbah penyembelihan secara khusus melalui pembuatan lubang penimbunan darah dan limbah kotoran hewan kurban agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Pembuatan lubang penimbunan tersebut turut dilakukan oleh Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Yuliarno bersama para penyuluh agama lainnya.
Yuliarno menyampaikan bahwa pengelolaan limbah hewan kurban merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
“Menurut saya pembuatan lubang untuk pembuangan limbah hewan kurban itu penting. Ini adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitar. Jika darah, isi perut, atau limbah lainnya dibuang sembarangan, bisa menimbulkan bau, mengotori lingkungan, bahkan berpotensi jadi sumber penyakit. Hal seperti ini menunjukkan kalau ibadah juga bisa diwujudkan lewat kepedulian terhadap sesama dan alam sekitar,” ungkapnya.
Selain pengelolaan limbah, Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta juga menerapkan distribusi daging kurban yang ramah lingkungan dengan menggunakan besek anyaman bambu dan daun jati sebagai wadah pembagian daging kepada masyarakat sekitar.
Dalam pendistribusiannya, panitia menggunakan besek anyaman bambu dengan alas daun jati sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi sampah plastik sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Momentum Idul Adha ini menjadi pengingat bagi kita bahwa ibadah kurban juga dapat dilakukan dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan besek anyaman bambu dan daun jati merupakan salah satu ikhtiar sederhana untuk mengurangi sampah plastik di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa langkah tersebut sejalan dengan semangat ekoteologi yang terus digaungkan Kementerian Agama dalam menjaga keseimbangan antara pelaksanaan ibadah dan kepedulian terhadap alam.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui penggunaan bahan alami seperti besek dan daun jati, kami berharap dapat mengedukasi masyarakat agar semakin peduli terhadap pengurangan sampah plastik, terutama pada momentum besar seperti Idul Adha,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta berharap semangat berkurban tidak hanya menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan (Za)


















