Surakarta (Humas) – Kampanye STOP GRATIFIKASI Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta digelar pada kegiatan Car Free Day Jl. Slamet Riyadi (30/11/2025), tepatnya di depan MAN 2 Surakarta. Puluhan pegawai Kemenag Surakarta, termasuk pejabat struktural dan Kepala Kankemenag Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, terjun langsung untuk menyampaikan pesan gerakan anti gratifikasi serta meneguhkan komitmen pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Aksi dimulai dengan jalan santai sambil membawa spanduk bertuliskan komitmen anti korupsi, termasuk “Kemenag Kota Surakarta Berani Tolak Pungli, Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.” Para pegawai juga menyerukan imbauan kepada masyarakat untuk tidak memberikan sesuatu yang bukan hak pegawai atas layanan yang mereka terima, karena seluruh layanan Kemenag Surakarta pada dasarnya gratis dan tidak dipungut biaya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Ulin menegaskan bahwa kampanye publik ini merupakan bagian dari strategi memperkuat implementasi zona integritas melalui edukasi langsung kepada masyarakat.
“Kami berupaya menjaga dan menerapkan budaya bebas korupsi bagi seluruh pegawai baik di Kemenag Surakarta, KUA, maupun madrasah. Kami mohon dukungan masyarakat untuk tidak memberikan imbalan atas layanan yang memang GRATIS,” ujarnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan pembagian pin Anti Gratifikasi kepada para pengunjung serta pembagian balon kepada anak-anak yang melintas di area stand. Selain itu, tim kampanye membuka layanan konsultasi publik, di antaranya konsultasi layanan KUA, layanan sertifikasi halal, hingga layanan-layanan keagamaan lainnya. Upaya ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai prosedur layanan Kemenag sekaligus menghindarkan masyarakat dari potensi praktik gratifikasi.
Ahmad Ulin berharap kampanye publik ini memberikan dampak positif dan meningkatkan literasi masyarakat tentang layanan Kementerian Agama.
“Ya memang tidak dipungkiri, ada warga Solo yang ternyata belum tahu lokasi Kemenag Surakarta,” ujarnya, sembari menegaskan pentingnya membuka akses informasi agar masyarakat mengetahui bahwa layanan Kemenag mudah dijangkau, terbuka, dan tidak dipungut biaya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya kerja bersih, mengedepankan integritas, serta menjaga akuntabilitas kinerja dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang melayani dan bebas korupsi.(may)



















