Surakarta (Humas) – Bertempat di Aula Gedung Sekretariat Bersama, 12 penyuluh agama Kemenag Kota Surakarta mewakili 6 agama hadir mengikuti Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak di Rumah Ibadah Ramah Anak (23/9/2025). Kegiatan diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menghadirkan narasumber diantaranya Kepala Kankemenag Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun dan Analis Kebijakan Pemenuhan Hak Anak, Ardian Agil Waskito dari Dinas Perempuan dan Anak Prov Jawa Tengah.
Dalam materinya, Kepala Kantor, Ulin Nur menjelaskan bahwa Rumah Ibadah Ramah Anak baiknya memberikan ruang yang aman, nyaman, inklusif, dan edukatif bagi anak. “Prinsipnya adalah ; aman dari diskriminasi dan kekerasan, aksesibel dan nyaman, edukatif dan inspiratif, inklusif bagi semua anak, berbasis kasih sayang, perlindungan danketeladanan, dan di semua tempat ibadah baiknya menekankan pendidikan sesuai usia, menghormati martabat anak serta membangun karakter toleran dan berakhlak,”jelasnya.

Sementara itu, Anjab Pemenuhan Hak Anak, Ardian Agil menyebutkan bahwa dikatakan anak adalah bagi mereka yang berusia 0-18 th, dan untuk dalam rentan usia tersebut masih mendapatkan prinsip umum kluster substansi hak anak, diantaranya :
- Nondiskriminasi
- Kepentingan Terbaik Anak
- Penghargaan terhadap Anak
- Hak Hidup; Kelangsungan Hidup, Hak Kembang Anak
- Hak Sipil & Kebebasan
- Kesehatan dan Kesejahteraan Dasar
- Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Pengganti
- Perlindungan Khusus
- Pendidikan, Rekreasi, Budaya
Rumah Ibadah Ramah Anak sudah diinisiai sejak kepemimpinan Joko Widodo sebagai Wali Kota Surakarta, yang di harapkan Rumah Ibadah Ramah Anak ini dapat menjadi bagian dari Pusat Kreativitas Anak (PKA).

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Surakarta, Nur Suryaningsih yang turut menjadi peserta menyatakan siap menindaklanjuti sosialisasi dan pergerakan Rumah Ibadah Ramah Anak. Nur berupaya menjadikan Pura sebagai tempat ibadah yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak, sehingga anak-anak tidak merasa tertekan atau takut untuk ke Pura. “Kegiatan aktif akan dalam memberikan pembelajaran di Pasraman kepada anak yang kurang mendapatkan pembelajaran tentang agama di sekolah,”tuturnya.
Adanya tempat untuk edukasi, bermain, olah raga, seni budaya juga akan dihadirkan di Pura. “beberapa kegiatan telah dilaksanakan seperti kerja bakti di lingkungan pura, Tirta yatra ( berkunjung ketmp ibadah ), ibadah bersama di pura setiap Minggu, belajar mekidung & baca Sloka, serta latihan menari,”tuturnya. (ary/my)



















