Kota Surakarta (Humas) – Kabar membanggakan datang dari dunia perfilman pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta. Tim MAN1SKA TV kembali mengukir prestasi di tingkat kota dengan meraih Juara 2 Film Dokumenter dan Predikat Best Videography Documentary dalam ajang Lomba Film Dokumenter Budaya dan Kebudayaan di Kota Surakarta.
Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Metta FM bekerja sama dengan Chris Schueler, seorang filmmaker internasional asal Amerika Serikat yang telah meraih 32 penghargaan Emmy Award, sebuah penghargaan prestise di bidang perfilman.
Tim MAN1SKA TV yang terdiri dari Ahmad Azis Arsyadillah (12 F.11), Aulia Nazzala Qisthi (12 F.12), dan Shidqia Tsabitah (12 F.12) tampil memukau lewat karya dokumenter yang mengangkat tema “Jejak Akulturasi Budaya Melalui Kuliner Tahok”.
Karya film mereka menggambarkan tentang satu kuliner sederhana yang telah melewati zaman, Tahok, kembang tahu lembut berkuah jahe yang menjadi warisan tionghoa sejak awal abad ke 20. Film ini mencoba memahami dan melestarikan budaya lokal melalui lensa sinematografi modern. Visual yang kuat, narasi yang menyentuh, serta sinematografi yang matang menjadi alasan dewan juri memberikan penghargaan Best Videography Documentary kepada tim ini.
Dalam sesi wawancara, Aulia Nazzala Qisthi, salah satu anggota tim, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut.
“Kami tidak menyangka bisa membawa pulang dua penghargaan sekaligus. Awalnya kami hanya ingin membuat karya yang bisa menggambarkan keindahan budaya di sekitar kami, tapi ternyata mendapat apresiasi sebesar ini. Alhamdulillah, ini jadi motivasi besar bagi kami untuk terus berkarya,” ujarnya dengan senyum bangga.
Sementara itu, Ahmad Azis Arsyadillah menambahkan bahwa proses pembuatan film tidak mudah, namun penuh pelajaran berharga.
“Kami belajar tentang manajemen waktu, kerja tim, dan cara menyampaikan pesan lewat visual. Tantangan terbesar justru di tahap editing, tapi di situ kami benar-benar belajar kesabaran dan ketelitian.”

Sedangkan Shidqia Tsabitah mengaku bahwa dukungan dari sekolah dan guru pembimbing menjadi faktor penting dalam keberhasilan mereka.
“Pak Rusdi selalu mendorong kami untuk berani bereksperimen dan tetap menjaga nilai budaya dalam setiap frame. Beliau selalu bilang, ‘Film yang hebat bukan hanya bagus gambarnya, tapi juga bermakna pesannya.’ Itu yang kami pegang,” tuturnya.
Guru pembimbing tim, Rusdi Mustapa, menjelaskan bahwa kompetisi ini bukan hanya ajang adu kreativitas, tetapi juga sarana pembelajaran karakter dan budaya.
“Saya ingin anak-anak belajar bahwa dokumenter bukan sekadar video, tapi media untuk menyuarakan kepedulian dan nilai-nilai kemanusiaan. Mereka berhasil menerjemahkan pesan budaya dengan cara yang sangat elegan,” terang Rusdi Mustapa.
Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin, memberikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih siswa-siswi tim MAN1SKA TV.
“Kami sangat bangga. Prestasi ini membuktikan bahwa madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu agama dan akademik, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kreativitas dan potensi anak-anak di bidang seni dan teknologi digital,” ujar Ahmad Wardimin.
Ia juga menambahkan, bahwa MAN 1 Surakarta terus berkomitmen untuk memberikan ruang ekspresi bagi para siswa agar berkembang menjadi generasi madrasah yang unggul, kreatif, dan berkarakter. (rsd/rmd)



















